Hukum

Jual Mobil Rental, Pria di Balikpapan Diciduk Polisi

KOTAKU, BALIKPAPAN-Langkah BN menjual mobil yang dirental dihentikan Polsek Balikpapan Utara, Senin (21/12/2021). Itu setelah dua korbannya melaporkan aksi tipunya.

“Bermula saat korban yang ingin membeli mobil, disuruh datang ke Grand Valley oleh pelaku untuk melihat beberapa unit mobil dengan harga miring. Di sana korban melirik salah satu mobil yakni Mitsubishi Pajero,” kata Kapolsek Balikpapan Utara Kompol Danang kepada awak media, Kamis (10/6/2021).

Selanjutnya, ujarnya menjelaskan, korban menanyakan kepemilikan mobil tersebut yang kemudian diakui milik pelaku. Hingga terjadilah negosiasi. Dan disepakati harga Rp340 juta. ‘Di DP (Down Payment/Uang Muka, Red) Rp 20 juta setelah itu mobil dibawa korban,” jelasnya.

Selang beberapa hari, pelaku kembali meminta uang Rp30 juta. Hari berikutnya, pelaku meminta kembali mobil yang sudah dibawa korban dengan dalih cek fisik dan diservis.

Sebagai gantinya, korban dibekali mobil Avanza. Bersamaan dengan itu, korban kembali diminta membayarkan sejumlah uang. Di tengah penantiannya menunggu mobil idaman kembali, tetiba korban dihampiri seseorang yang mengaku pemilik Avanza yang dikendarai korban. Pemilik mobil lantas mengambilnya dari tangan korban.

Korban pun melayangkan komplain kepada BN. Untuk meyakinkan korban, BN lantas memberikan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) dan berjanji akan mengganti dengan mobil yang baru. Dengan dasar itu pula, akhirnya korban kembali mentransfer uang sebesar Rp150 juta.

Sudah berminggu-minggu mobil yang diidamkan tak kunjung datang. Korban lantas menyambangi diler Mitshubishi untuk meminta kepastian. Belakangan diketahui, SPK yang dibawa korban ternyata palsu.

“Ternyata tidak ada pemesanan atas nama BN melainkan SPK Xpander atas nama berbeda,” jelasnya. Merasa tertipu, korban lantas melaporkan ke pihak berwajib.

“Setelah kami lacak posisinya ternyata ada di Banjarmasin. Berkat bantuan Opsal dari Polda Kalsel dan Polsek setempat kami bisa ungkap tersangkanya,” imbuhnya kemudian.

Barang yang diamankan dari BN yakni kwitansi, kartu ATM Bank Mandiri, dan bukti transfer yang sudah diprint oleh petugas. Hingga saat ini, korban penipuan yang dilakukan oleh BN hanya satu orang. “Tapi masih kami selidiki lagi dengan tersangka inisialnya BN silahkan melapor,” tambahnya.

Sementara pihak rental mobil pun, turut diselidiki oleh petugas kepolisian. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, BN disematkan Pasal 378 JO 55, dan 263 ayat 1, dan 2 JO 55 KUHP. Ancaman hukuman 4 sampai 6 tahun. (*)

-->
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top