Parlementaria

Pedagang Keluhkan PPKM Darurat, Syarifuddin Oddang Imbau Taat Prokes

Syarifuddin Oddang

KOTAKU, BALIKPAPAN-Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat diterapkan di Kota Balikpapan mulai 12-20 Juli 2021 mengingat banyaknya masyarakat Balikpapan terdampak Covid 19. Akan tetapi, dampak penerapan PPKM Darurat, dirasakan oleh para pedagang.

“Pendapatan sehari-hari masyarakat ini sangat-sangat dirasakan, khususnya pedagang kaki lima (PKL) atau yang berjualan. Mereka sangat mengeluhkan, bahkan ada yang menyampaikan kami mau makan apalagi ini, mau gimana lagi,” jelas anggota DPRD Balikpapan Syarifuddin Oddang saat dihubungi, Rabu (14/7/2021).

Oddang sapaan karibnya mengatakan berbeda hal dengan masyarakat yang memiliki gaji bulanan, sehingga perlu adanya perhatian kepada masyarakat yang memiliki penghasilan harian. “Melihat bagaimana untuk dapat mensubsidi, tapi memang tidak semudah itu juga,” ucapnya.

Kembali Oddang menyampaikan instruksi ini merupakan kebijakan dari pemerintah pusat yang mengatur untuk diterapkan PPKM darurat bukan dari pemerintah daerah. Pasalnya, ini terkait anggaran. Sehingga, untuk memberikan bantuan subsidi seperti beras atau sebagainya kepada masyarakat seperti yang sebelumnya dilakukan. Semua tergantung dari aturan yang datang dari pemerintah pusat. “Kami ini hanya melaksanakan saja,” ujarnya.

Politisi Partai Hanura ini mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan (Prokes), supaya menekan kasus Covid di Balikpapan. Makanya, diberlakukan PPKM darurat.

“Harapan kami seminggu atau dua minggu ke depan (kasus Covid-19) akan menurun, kalau menurun kami bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Pada saat melakukan aktivitas normal, harus tetap harus menjaga Prokes,” ulas Oddang.

Anggota DPRD Balikpapan Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Utara ini mengatakan masyarakat Balikpapan merasa kasus Covid ini sudah mulai menurun, sehingga terjadi kebebasan berinteraksi yang mengabaikan Prokes. Termasuk pendatang yang masuk ke Balikpapan membawa virus dengan membentuk kluster-kluster.

“Kunci utama itu adalah kejujuran dan disiplin untuk membuat suatu komitmen, sama-sama untuk membasminya,” urainya.

Ketua LPM Kelurahan Graha Indah ini menyampaikan ketika terjadi penyebaran kasus Covid yang datangnya dari pekerja perusahaan dilimpahkan kepada pemerintah. Semua pada mengeluh pada pemerintah, tidak akan mungkin terselesaikan ini kalau tidak terlibat semua. “Pemerintah bagian dari kami semua,” serunya.

Oddang menegaskan kasus Covid 19 ini akan berkurang atau bahkan hilang, apabila masyarakat masing-masing menjaga Prokes. Kalau hanya menyalahkan pemerintah tidak akan menyelesaikan persoalan.

“Virus ini kan tidak terlihat, siapa saja bisa terjangkit. Pemerintah sudah sangat maksimal untuk membantu dalam segala. Yang kasihan itu adalah satgas Covid kemudian tim kesehatan, hampir 24 jam bekerja dan dia juga punya keluarga. Kalau semua dibebankan di sana, tidak akan terselesaikan. Tapi kalau belajar dari lingkungan keluarga untuk disiplin dan jujur, saya yakin akan berjalan,” pungkasnya.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top