
KOTAKU, BALIKPAPAN-Sebanyak 34 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) resmi terbentuk di Kota Balikpapan sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi berbasis masyarakat.
Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dari level paling dasar yakni kelurahan.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) dan Perindustrian (DKUMKMP) Balikpapan Heruressandy Setia Kusuma, menjelaskan bahwa seluruh koperasi tersebut telah mengantongi Surat Keputusan (SK) Badan Hukum Koperasi (AHU), sehingga sah secara legal untuk beroperasi.
“Setiap kelurahan di Balikpapan kini memiliki satu KKMP. Ini memperkuat struktur ekonomi masyarakat dan membuka ruang usaha bersama berbasis potensi lokal,” kata Heru, Senin (7/7/2025).
Pembentukan koperasi ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) No 9 tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih tingkat desa dan kelurahan.
Kehadiran KKMP diharapkan dapat menjawab kebutuhan ekonomi warga dengan pendekatan partisipatif.
Menurut Heru, jenis usaha KKMP disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing kelurahan.
Semua tertuang dalam akta pendirian koperasi melalui Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).
“Mulai dari unit sembako, apotek, klinik desa, koperasi simpan pinjam, logistik hingga Cold Storage.
Semuanya tergantung kebutuhan warga dan kekuatan yang dimiliki kelurahan tersebut,” jelasnya.
Meski begitu, dia menyebut sumber pendanaan awal KKMP masih berasal dari iuran anggota dan swadaya, karena dana bergulir dari pemerintah pusat lewat Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) baru diperuntukkan bagi koperasi percontohan (Mock Up) sesuai regulasi Permenkop Nomor 1 tahun 2025.
“Modal awal KKMP masih mengandalkan gotong royong dan simpanan anggota.
Tapi kami sedang menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat agar KKMP lainnya juga bisa mendapatkan akses pinjaman dana bergulir,” ujarnya.
Heru menambahkan, kehadiran KKMP juga menjadi sarana pemberdayaan dan penguatan kelembagaan ekonomi rakyat.
Karenanya dia berharap, koperasi-koperasi ini bisa menjadi model ekonomi kolektif yang berkelanjutan dan inklusif untuk masa depan. (*)



