
KOTAKU, BALIKPAPAN-Sebanyak 70 warga mengikuti pemeriksaan HIV-AIDS secara gratis di stan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Mekar Sari, Balikpapan Tengah tepat di depan SD KPS, kawasan Lapangan Merdeka, Minggu (30/11/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Hari AIDS Sedunia (HAS) 2025 yang digelar Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan.
Warga yang sebagian besar sedang berolahraga pagi tampak antusias mengikuti seluruh alur pemeriksaan, mulai dari pendaftaran, pengambilan sampel darah melalui ujung jari, pengecekan HIV serta sifilis, hingga menerima edukasi kesehatan.
Tenaga Medis Puskesmas Mekar Sari dr Siti Fatimah, menyampaikan bahwa seluruh peserta telah menjalani skrining dan hasilnya menggembirakan.
“Semua 70 orang sudah kami periksa, dan Alhamdulillah seluruhnya non-reaktif,” ujarnya lega.
dr Siti menegaskan bahwa tidak ada target jumlah peserta. Setiap warga yang melintas langsung diajak memanfaatkan layanan tes gratis tersebut.
“Tidak ada target khusus. Siapa saja yang lewat dan bersedia, akan kami layani dengan senang hati,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala DKK Balikpapan Alwiati, mengatakan bahwa titik pelayanan skrining HIV-AIDS gratis akan terus berpindah untuk menjangkau lebih banyak masyarakat.
Area publik dipilih karena menjadi lokasi aktivitas warga sehari-hari.
“Kami menyasar ruang-ruang publik agar aksesnya makin mudah.
Harapannya, semakin banyak warga yang skrining sehingga deteksi dini bisa dilakukan dan kasus HIV-AIDS di Balikpapan tidak bertambah,” ujarnya.
Jika dalam pemeriksaan ditemukan peserta dengan hasil reaktif, maka akan dilakukan pendampingan lanjutan di Klinik Infeksi Menular Seksual (IMS) Puskesmas, termasuk pemeriksaan konfirmasi dan konseling.
Relawan lapangan sekaligus Data Officer GF AIDS Dinkes Balikpapan Angger Pangesti, menambahkan bahwa sejak pukul 07.30 Wita tim sudah berkeliling membawa Leaflet untuk mengajak warga berpartisipasi.
“Kami keliling dari lapangan 1 sampai lapangan 3. Banyak yang langsung mau ikut meskipun ada juga yang masih ragu karena takut stigma soal HIV,” jelasnya.
Angger menegaskan bahwa hasil pemeriksaan bersifat rahasia dan proses pendaftaran begitu mudah
Cukup menggunakan nomor indentitas alias Nomor Indentitas Kependudukan (NIK). Warga luar Balikpapan pun tetap diperbolehkan mengikuti pemeriksaan.
Dia juga menyampaikan bahwa kegiatan serupa telah dilakukan sejak 27 November di berbagai kampus dan akan berlanjut hingga 5 Desember, dengan fokus lokasi-lokasi publik yang ramai.
Dengan hasil seluruh peserta non-reaktif, Puskesmas Mekar Sari berharap semakin banyak masyarakat berani memeriksakan diri tanpa rasa takut atau malu, sebagai bagian dari upaya mencegah penularan HIV-AIDS di Balikpapan. (*)



