Parlementaria

Air PDAM Macet, Mieke Henny Sebut Dampak Proyek DAS Ampal Balikpapan

Mieke Henny bersama legislator lainnya mengamati drainase di depan Telkom (kotaku.co.id/ryan)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan Mieke Henny mengaku terdampak proyek pembangunan infrastruktur Daerah Aliran Sungau (DAS) Ampal.

Yakni air PDAM yang dikelola Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) tidak mengalir di kawasan Kompleks Bumi Rengganis, Balikapapan, tempat tinggalnya, sejak sepekan.

Hal ini disampaikan Mieke Henny, saat Inspeksi Mendadak atau Sidak pekerjaan peningkatan infrastruktur di Jalan MT Haryono Balikpapan, sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dalam mengurai persoalan banjir di Kota Beriman.

“Tolong ya, saya selain sebagai anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, saya adalah warga terdampak.

Aliran air (PDAM) kami mati sudah dua minggu,” ujar Mieke Henny, saat berdialog dengan Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan Jen Supriyanto dan perwakilan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) M Norhadi, saat Sidak.

Sidak ini juga diikuti para anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan lainnya. Di antaranya, H Kamaruddin Ibrahim atau yang biasa disapa H Acco, Fadlianoor, Siswanto Budi Utomo dan Japar Sidik.

Mieke Henny menyebut, warga sekitar pekerjaan proyek itu juga mengalami hal sama.

Lantaran galian yang dilakukan kontraktor telah menyebabkan pemberhentian sementara distribusi air PDAM yang dikelola PTMB.

“Air adalah kebutuhan primer untuk hajat orang banyak, makanya saya minta betul-betul supaya ada solusinya.

Tadi disampaikan PTMB bahwa nanti akan dilakukan distribusi air dengan sistem buka tutup.

Jadi jangan hanya sebagian saja warga yang dapat air. Mohon itu segera dilaksanakan,” katanya.

Perwakilan PTMB M Norhadi mengatakan, selama ini terus memantau pengerjaan proyek DAS Ampal.

“Sehingga bisa segera mengetahui kalau ada kebocoran,” katanya.

Namun demikian, Norhadi mengaku tidak dapat memastikan ketahanan pipa PDAM yang ada di kawasan pembongkaran drainase dan galian yang dilaksanakan kontraktor DAS Ampal.

“Kami sudah perbaiki (kebocoran pipa), tapi masih dalam tahap normalisasi.

Maksudnya tempat lain kami kurangi (distribusinya) supaya yang lain bisa teraliri (sistem buka tutup),” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid SDA dan Drainase Dinas PU Kota Balikpapan Jen Supriyanto mengatakan, telah meminta agar PT Fahreza Duta Perkasa menghitung kerugian PTMB dan mengganti. (*)

To Top

You cannot copy content of this page