
KOTAKU, BALIKPAPAN-Aksi bom bunuh diri di Polsek Astanaanya, Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022) lalu menjadi atensi seluruh kepolisian termasuk Kepolisian Daerah (Polda) Kaltim menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini.
Bukan tanpa alasan, secara historis wilayah Kaltim pernah menjadi lokasi persembunyian pelaku terorisme.
“Kejadian teror di Bandung juga menjadi konsen kami di sini, karena ada beberapa masyarakat yang sudah keluar dari tahanan,” kata Kapolda Kaltim Irjen Pol Imam Sugianto kepada wartawan, Senin (19/12/2022).
Saat ini sebut dia, Polda Kaltim terus melakukan upaya deteksi pengamanan, terlebih menjelang perayaan Nataru.
Disebutkan, ada 22 mantan narapida terorisme (Napiter) yang tercatat telah bebas dan kembali ke masyarakat di Kaltim.
Masyarakat diimbau tidak khawatir karena para napiter yang bebas sudah menyatakan diri kembali kepada NKRI.
“Ada 22 Napiter yang bebas sudah berkomunikasi baik dengan kami mudahan itu tidak menjadi kerawanan,” sebutnya.
Lanjutnya selama Nataru tahun ini, Polda Kaltim menyediakan pos terpadu, pelayanan dan pengamanan yang sudah diintruksikan kepada satuan wilayah jajaran Polda Kaltim.
“Nanti ada beberapa puluh pos yang didirikan terutama titik berkumpulnya masyarakat Nataru.
Seperti bandara, pelabuhan, area publik seperti pasar, mal, terminal kemudian di objek wisata pantai,” pungkasnya. (*)



