
KOTAKU, BALIKPAPAN-IW, warga Klandasan yang juga buronan kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) akhirnya diringkus polisi.
Aksi IW yang hendak mengambil kotak infak di Masjid Nurul Hidayah Kilometer (Km) 8, Karang Joang, Balikpapan Utara, Kamis (15/6/2023) dini hari, terhenti karena diadang marbot.
Adalah Fahmi. Sang marbot.
Kini, IW maupun Fahmi sama-sama berujung di kantor polisi, namun beda nasib.
IW berujung dalam jeruji besi, sedangkan Fahmi berada di kantor polisi untuk menerima penghargaan.
Ya, setelah jumpa pers yang digelar di Polsek Balikpapan Utara, Sabtu (1/7/2023), rekaman CCTV aksi heroik Fahmi melawan IW beredar dalam berbagai akun media sosial di Kota Balikpapan.
Fahmi menceritakan peristiwa itu terjadi sekira pukul 03.00 Wita. Saat itu, ia baru saja keluar dari rumah untuk menjalankan tugasnya di masjid.
Sesampainya, dia menemukan sepeda motor terparkir di depan masjid.

“Tahu ada motor tapi gak saya hiraukan,” ujarnya.
Lantas ia melakukan pekerjaannya, menyalakan lampu di lantai dua masjid. Kemudian, turun ke lantai satu untuk membuka pintu masjid.
“Saya kaget lihat ke dalam melalui kaca, kok ada orang.
Dia lihat saya dan saya lihat dia juga. Dia lari, saya lari ke depan dan ambil kunci motornya,” ujarnya.
Saat ditanya maksud kedatangan lelaki tersebut, Fahmi yang saat itu menggunakan gamis coklat justru diserang. Perkelahian pun tak dapat terelakkan.
“Saya bertanya dan dia hanya beri isyarat seakan-akan habis salat. Dia nyerang duluan dan membawa gunting,” lanjutnya.
Kendati sudah berusia lanjut, bukan berarti Fahmi diam. Perlawanan pun dilakukan hingga terjadi pertarungan sengit.
Dalam pertarungan itu, Fahmi berkali-kali jatuh dan bangkit lagi untuk membela diri.

Bahkan sempat ditusuk dua kali di area pinggang dan pelipis hingga kepala bagian kiri, sebab sang pencuri menyasar lehernya.
“Sempat kelahi sama saya. Lalu saya tersungkur. Ketika bangun dihantamnya, terus ditikam pakai gunting tapi kena sedikit,” tuturnya.
Lantaran terkena sabetan gunting, darah pun mengucur. Akan tetapi Fahmi tak patah arang dan terus melakukan perlawanan hingga IW sempat berusaha kabur.
“Dia lari ke motor berencana kabur, tapi gak bisa. Kuncinya (motor) sudah sama saya,” ujarnya.
Singkat cerita, IW yang diduga kehabisan tenaga setelah bertarung berhasil diduduki oleh Fahmi.
Kemudian Fahmi berteriak meminta tolong hingga warga ramai mendatangi lokasi tersebut dan berlanjut hingga jalur hukum, melalui laporan warga ke Polsek Balikpapan Utara.
Aksinya ini menuai penghargaan yang langsung diberikan Kapolresta Balikpapan Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Anton Firmanto, usai apel di halaman Polresta Balikpapan.
Anton mengaku kagum dengan aksi heroik Fahmi. Meski usia Fahmi tak lagi muda tapi tidak mematahkan langkahnya dalam menjaga amanah.
“Saya sempat mikir, kira-kira dia umur berapa, masih muda apa orang tua. Ternyata orang tua, ini luar biasa sekali,” kata Anton.
Berkat upayanya, Fahmi telah mengantar IW untuk diserahkan ke Polsek Balikpapan Utara. Kemudian terkuak IW ternyata buron curanmor.
Menurut Anton, Fahmi secara tidak langsung telah melakukan fungsi kepolisian terbatas, sama seperti personel Satpam.
Dari pengalaman Fahmi, Anton mengimbau agar tiap masjid di Balikpapan menempatkan setidaknya dua marbot.
“Jangan sendirian, jadi apabila ada kejadian yang tidak diinginkan, bisa saling membantu,” pungkasnya. (*)



