Metro

Alur Masuk Pantai Segara Sari Manggar Diubah, Pedagang Protes

KOTAKU, BALIKPAPAN-Pulihan pedagang Pantai Segara Sari, Manggar, Balikpapan Timur melakukan aksi protes di depan pintu utama, Minggu (26/12/2021) seperti yang diunggah akun media sosial @Manggar_Terkini. Dalam video itu terpantau aksi protes dilakukan oleh para wanita yang mengeluhkan pengalihan jalan masuk ke pantai yang melalui Jalan Dandito.

Menanggapi hal tersebut Kepala UPTD Pantai Segara Sari Manggar Rusliansyah mengaku bahwa aksi protes itu sudah terjadi sejak Sabtu (25/12/2021) dan puncaknya para pedagang melakukan unjuk rasa Minggu (26/12/2021) pagi.

“Memang sebelumnya kami sudah melakukan rapat dengan Disporapar terkait dengan masuknya pengunjung ke Pantai Manggar. Jadi ada pengalihan jalur, kalau pakai jalur utama pasti mendapat kemacetan karena pengunjung wajib memakai aplikasi Peduli Lindungi, kalau gak punya akan suruh putar balik oleh Satpol PP,” jelasnya kepada media ini, Senin (27/12/2021).

Menurutnya, pelaksanaan itu sudah dimulai sejak Sabtu, namun pedagang memberi respon negatif. “Ya, para pedagang tidak terima, yang jualan sebanyak 28 pelaku usaha, memang betul kenyataan mereka demo Sabtu lalu karena usahanya (dagangan, Red) tidak ada yang membeli sementara mereka masak banyak, akhirnya demo lalu saya jelaskan selesai itu saya suruh pulang,” tuturnya.

Dia menjelaskan, sebelumnya yakni Sabtu, aksi para pedagang dapat diredam dengan penjelasan yang diberikan.

“Mereka demo pukul 08.00 Wita mereka membuka jalan utama yang untuk keluar, dijadikan jalan masuk. Jadi setiap pengunjung lewat jalan utama yang mereka buka,” kata Rusli.

Rusli mengakui bahwa pada saat rapat pembahasan pengalihan arus jalan masuk menuju Pantai Manggar tidak melibatkan perwakilan pedagang. Dia pun sudah memperkirakan bahwa akan ada terjadi aksi protes hingga akhirnya ia meminta perwakilan pendemo menuju kantor UPT Manggar guna memperoleh pemahaman.

“Hasil kesepakatan bahwa jalan utama tetap dibuka sebagai pintu masuk akan tetapi jika terjadi penumpukan kendaraan dilakukan pengalihan arus. Tapi kalau penuh kami tutup lagi baru yang Jalan Dandito II kami buka jadi ramai di sana, jadi kami buka tutup saja kami buka sampai siang aman-aman saja apalagi ada kuda lumping di situ jadi ramai dagangan laris,” tuturnya.

Lanjurnya kemudian, untuk mengantisipasi libur Tahun Baru 2022 Rusli akan kembali melakukan rapat yang melibatkan para pedagang di kawasan pantai.

“Rencana Rabu (29/12/2021) nanti kami rapat kembali dan melibatkan mereka, kami undang untuk mencari solusi mudahan ada jalan keluar agar tidak terjadi (demo,Red),” ucapnya.

Sementara itu, terkait jumlah pengunjung tercatat 2.500 pengunjung saat Sabtu (25/12/2021) dan sekira 4 ribu pengunjung saat Minggu (26/12/2021). (*)

To Top

You cannot copy content of this page