Parlementaria

Alwi Soroti Nano Bubble PDAM Balikpapan, Dituding Habiskan Anggaran Fantastis

Alwi Al Qadri

KOTAKU, BALIKPAPAN-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan Alwi Al Qadri mengaku menemukan kejanggalan di tubuh Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (dulu PDAM Tirta Manggar). “Jadi ada penggunaan alat Nano Bubble di PDAM, alatnya sudah dibeli, katanya berfungsi menjernihkan air dan menghemat pemakaian bahan chemical yang selama ini digunakan untuk menjernihkan air,” ungkapnya ditemui dalam sebuah kesempatan, Senin (16/8/2021).

Pertama, ia menuding penggunaan alat tersebut dipaksakan. “Sepanjang yang saya tahu, Nano Bubble digunakan untuk pemulihan kualitas air yang kotor dan berbau. Contohnya sungai,” tuturnya memberi gambaran. Ada juga yang memanfaatkan alat tersebut untuk kebutuhan budidaya. “Jadi bukan untuk menjernihkan air yang dikonsumsi. Kemungkinan, baru PDAM Balikpapan yang menggunakannya,” tudingnya.

Menurut dia, diperlukan kajian yang mendalam sebelum menjadikan Nano Bubble sebagai solusi. “Harus ada uji coba dulu, setelah dinyatakan laik, baru dianggarkan. Dan uji coba juga tidak bisa sebentar,” hardiknya.

Kedua, sebut Alwi kemudian, anggaran pengadaan Nano Bubble bernilai fantastis. “Informasi yang saya terima, anggaran per unit Rp3 miliar. Nah total alat ada tiga unit,” ulasnya.

Sebagai perbandingan, masih menurut Alwi, harga Nano Bubble dipasaran rata-rata berkisar Rp50 jutaan hingga Rp100 jutaan. “Fungsinya sama. Menjernihkan air,” tegasnya. Ia pun menduga telah terjadi penggelembungan anggaran dalam proyek pengadaan yang bernilai miliaran rupiah itu. Ia mendesak PDAM Balikpapan agar transparan. Mulai urgensi penggunaanya, kajian, efektivitas dan anggaran belanja Nano Bubble.

Terkait itu, kotaku.co.id mencoba mengkonfirmasi Direktur Teknik Perumda Tirta Manuntung Balikpapan Arief Purnawarman dengan menghubungi nomor ponselnya melalui aplikasi kirim pesan dan panggilan telepon, WhatsApp. Masing-masing Senin (16/8/2021) dan Rabu (18/8/2021). Namun hingga berita ini ditayangkan, Arief Purnawarman belum memberikan respon. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top