Parlementaria

Alwi Spill Tantangan Anggaran MBG di Balikpapan

KOTAKU, BALIKPAPAN-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah pusat bertujuan mulia. Yakni memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang layak demi tumbuh kembang.

Namun, di balik niat baik ini, muncul tantangan besar bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dalam mengelola anggaran daerah.

Terkait itu, Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri mengungkapkan bahwa program ini ternyata didanai oleh APBD Kota Balikpapan, bukan dari anggaran pemerintah pusat seperti yang semula diperkirakan.

Konsekuensinya, ada banyak program lain yang perlu dievaluasi ulang demi menyesuaikan dengan kebutuhan anggaran.

“Kami harus semakin melakukan efisiensi karena ada anggaran yang harus digeser untuk MBG ini. Saya awalnya mengira ini dari pusat, tapi ternyata tidak. Artinya, alokasi anggaran daerah semakin terbebani,” ungkap Alwi usai memimpin SIdang Paripurna Istimewa dalam rangka HUT ke 128 Kota Balikpapan yang digelar di Hotel Gran Senyiur, Sabtu (8/2/2025).

Sebagai tindak lanjut, Alwi mengaku akan berdiskusi dengan wali kota untuk menyiasati program demi menyukseskan MBG yang menggunakan APBD Kota Balikpapan.

“Ini akan berdampak untuk semuanya, termasuk mungkin program prioritas juga bisa berdampak. Karenanya kami harus bekerja keras.

Bukan berarti tidak mendukung (MBG), program ini sangat baik. Ini yang menjadi PR (Pekerjaan Rumah, Red) dan membuat kami dan pemerintah kota berpikir ulang untuk menyiasati beberapa kegiatan,” sambungnya.

Alwi pun menegaskan komitmen untuk mencari solusi terbaik. Karena dia menyadari bahwa kebijakan efisiensi ini bukanlah hal yang mudah, terutama karena banyak program infrastruktur dan sosial yang telah menjadi harapan warga.

Namun, legislator Partai Golkar ini optimis bahwa dengan komunikasi yang baik antara DPRD dan Pemkot Balikpapan, solusi terbaik dapat ditemukan.

Di tengah tantangan ini, Alwi memastikan satu hal yang pasti yank kesejahteraan warga tetap menjadi prioritas utama. Dengan langkah yang tepat, Balikpapan dapat tetap berkembang tanpa mengorbankan hak dasar masyarakat untuk mendapatkan pelayanan terbaik.

“Kami akan memastikan anggaran digunakan secara optimal dan berkeadilan. Harapannya, tidak ada sektor yang terlalu dikorbankan, dan kami tetap bisa membangun Balikpapan yang lebih baik untuk semua,” pungkas Alwi. (*)

To Top

You cannot copy content of this page