Metro Advertorial

Anak-anak Rentan Terpapar DBD, Puskesmas Muara Rapak Tekankan Kebersihan Lingkungan Sekolah

KOTAKU, BALIKPAPAN-Kelompok anak usia sekolah dasar di Kelurahan Muara Rapak tercatat sebagai kelompok paling rentan terserang demam berdarah dengue (DBD).

Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Kesehatan Masyarakat (UPTD Puskesmas) Muara Rapak mencatat kalangan anak usia 7–12 tahun mendominasi angka pasien DBD.

Mencermati kondisi tersebut, tenaga kesehatan mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Tenaga Sanitasi Lingkungan Puskesmas Muara Rapak Novia Eka Pertiwi, mengemukakan bahwa tingginya risiko bergantung lingkungan beraktivitas anak.

Karena itu, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan sekolah dan rumah perlu diterapkan beriringan.

Mengingat pentingnya kebersihan lingkungan dalam mencegah penyebaran penyakit, maka Puskesmas menekankan edukasi tentang PHBS kepada kalangan pelajar.

Salah satu yang menjadi fokus adalah langkah-langkah untuk memastikan lingkungan sekolah dan rumah terjaga dari perkembangan jentik.

Pengetahuan ini penting bagi para anak didik agar dapat memutus siklus jentik sebelum berkembang menjadi nyamuk dewasa.

Novia mengingatkan, nyamuk Aedes Aegypti merupakan perantara penularan virus demam berdarah.

“Kami edukasi pentingnya memeriksa jentik agar tidak tumbuh menjadi nyamuk dewasa,” terang Novia, Kamis (20/11/2025).

Novia menyebut, risiko penularan DBD kalangan anak cukup bergantung lingkungan tempat beraktivitas. Lingkungan yang tidak terkontrol dapat menjadi sumber penyebaran.

Potensi penularan silang, menurutnya, dapat terjadi tanpa disadari. Anak didik yang terpapar di rumah bisa menjadi sumber risiko di sekolah. Begitu pula sebaliknya.

Karena itu, dia meminta warga sekolah, termasuk anak didik dapat menjaga kebersihan lingkungan belajar-mengajar. Terutama, di titik-titik rawan genangan air.

“Kalau tidak ada nyamuk perantara, DBD itu tidak bisa menyebar,” lugasnya. (*)

To Top

You cannot copy content of this page