
KOTAKU, BALIKPAPAN-Balita yang tinggal serumah dengan anggota keluarga penderita Tuberkulosis (TB) berada dalam risiko tinggi tertular.
Situasi tersebut jadi perhatian serius tenaga kesehatan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat.
Itu ditandai dengan terus melakukan pemantauan dan edukasi kepada orang tua.
Perawat sekaligus Surveilans Puskesmas Baru Ulu Bidan Sitti Afdaliah, menjelaskan bahwa evaluasi kondisi dilakukan dua pekan setelah munculnya gejala. “Proteksi anak sangat bergantung dengan kesadaran orang tua,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Lebih lanjut dia menjelaskan, bahwa sistem imun anak belum sekuat orang dewasa, sehingga kontak erat dengan penderita TB di rumah membuat risiko paparan jauh lebih tinggi. Karena itu, peran keluarga memegang porsi terbesar dalam pencegahan.
Langkah proteksi yang bisa dilakukan meliputi pemeriksaan rutin, tes TB, hingga memastikan anak menerima imunisasi lengkap sesuai jadwal.
“Keluarga yang peduli biasanya melakukan pemeriksaan berkala dan memastikan anak tetap mendapatkan imunisasi yang tepat. Itu sangat membantu menekan risiko penularan,” tambahnya.
Tenaga kesehatan juga terus memantau anak-anak yang memiliki riwayat kontak erat. Balita diperiksa lebih intensif untuk mendeteksi gejala awal sehingga intervensi bisa dilakukan sedini mungkin.
Selain pemeriksaan medis, edukasi orang tua menjadi fokus utama puskesmas. Orang tua diberikan pemahaman mengenai tanda-tanda TB yang didera anak, cara menjaga kebersihan rumah, hingga pencegahan harian yang dapat dilakukan.
“Pengobatan dan pemantauan dari puskesmas hanya efektif jika orang tua aktif menjaga anak di rumah,” tegas Sitti.
Selain itu, lingkungan rumah turut berperan besar. Ventilasi yang baik, menjaga kebersihan, dan mengurangi kontak dengan penderita merupakan langkah tambahan untuk meminimalkan risiko. (*)



