
KOTAKU, BALIKPAPAN-Menyambut periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), Komisi II DPRD Balikpapan mengeluarkan imbauan keras kepada para distributor bahan pokok tidak melakukan penimbunan.
Anggota Komisi II DPRD Balikpapan Subari, menyampaikan bahwa tindakan spekulasi seperti itu dapat merugikan masyarakat dan memicu gejolak harga.
Dia menilai akhir tahun merupakan waktu yang sensitif karena permintaan masyarakat meningkat tajam.
“Ini agenda tahunan. Setiap Nataru dan hari besar lainnya, konsumsi masyarakat tinggi. Kondisi ini bisa jadi celah bagi oknum tertentu untuk menimbun barang,” ucapnya usai menggelar Dialog Warga di Daerah Pemilihannya (Dapil) Balikpapan Timur, Sabtu (29/11/2025).
Situasi diperparah dengan kondisi cuaca dan pasokan yang tidak menentu.
Musim hujan serta gangguan distribusi dari luar pulau berpotensi menekan suplai bahan pokok.
Mayoritas kebutuhan warga Balikpapan memang masih mengandalkan pasokan dari daerah lain, sehingga keterlambatan distribusi dapat menyebabkan kelangkaan.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Komisi II DPRD Balikpapan bersama pemerintah akan memperketat pengawasan.
“Kami akan koordinasi, dan sidak akan dilakukan. Jangan sampai ada distributor yang coba mencari untung berlebihan dengan menimbun barang,” tegas Subari.
Ia berharap seluruh pelaku usaha dapat bekerja sama menjaga stabilitas harga.
Kolaborasi penting agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok.
“Kami imbau dengan tegas, jangan ada penimbunan. Ini demi kepentingan bersama,” ucapnya. (*)



