Metro

Asa DP3AKB Turunkan Angka Stunting di Balikpapan

Alwiati

BALIKPAPAN-Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan mengaku bekerja ekstra untuk menurunkan angka persentase stunting di Kota Beriman.

Sebab menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang diinisiasi Kementerian Kesehatan RI, stunting di Balikpapan masih 19 persen.

Sementara target penurunan angka stunting di Kota Balikpapan yakni 14 persen tahun 2024 mendatang.

“Minimal kami harus menurunkan angka stunting 5 persen,” ujar Kepala DP3AKB Kota Balikpapan Alwiati ditemui di DPRD Kota Balikpapan, Selasa (1/8/2023).

Ia menyebut, DP3AKB akan melakukan pengawalan SSGI yang akan dilaksanakan 14 Agustus 2023.

Hal itu untuk memastikan hasil data entri survei kasus stunting di Balikpapan sama seperti data yang dihasilkan DP3AKB.

Selama ini DP3AKB Balikpapan menerima hasil pencatatan data kesehatan anak dari Posyandu yang didapat saat penimbangan balita.

“Dari awal sudah ada perbedaan (data). Kalau tugas kami kan melakukan intervensi, tentu by name by address (sesuai nama dan alamat, Red),” katanya.

Sementara versi SSGI dibuat berdasarkan pengambilan sampel secara random atau acak.

“Kebetulan yang diambil dari daerah yang kasus stuntingnya banyak.

Memang sekarang ini yang paling banyak kasusnya di Graha Indah,” ungkapnya.

Ia menyebut akan segera melaksanakan sosialisasi intervensi stunting melalui Dasat, akronim dari Dapur Sehat Atasi Stunting.

Targetnya 100 anak dengan anggaran sekitar Rp270 juta.

“Kami mengajarkan kader dan ibu-ibu yang punya balita stunting, cara mengolah makanan supaya gizinya tercukupi,” urainya.

Alwiati mengungkapkan, sudah memberikan bantuan serta edukasi tentang cara penanganan stunting bagi warga Balikpapan, namun hingga saat ini tidak terjadi penurunan kasus yang signifikan. (*)

To Top

You cannot copy content of this page