
KOTAKU, BALIKPAPAN-Pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan membentuk satuan tugas (Satgas) untuk mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Minyak, julukan Kota Balikpapan.
Hal ini untuk mendukung peningkatan kesehatan gizi anak melalui implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan satgas ini tidak hanya mempercepat pembangunan SPPG, melainkan juga memantau SPPG yang sudah berjalan dengan baik.
“Ada beberapa ASN juga diberikan surat tugas untuk memonitor dan mempercepat pembentukan SPPG.
Sehingga program MBG bisa banyak bermanfaat bagi anak-anak sekolah di Kota Balikpapan,” ujarnya, Jumat (19/9/2025).
Di Balikpapan, sebutnya, sebanyak 10 titik SPPG telah aktif beroperasi dari 68 target pembangunan unit dapur MBG.
Bagus menyebut, sejatinya SPPG ini didirikan sebagai wujud kepedulian terhadap peningkatan gizi anak.
Dia ingin memastikan anak-anak bisa tumbuh sehat, fokus belajar, memiliki daya tahan tubuh yang baik, dan berdaya saing.
Bagus juga memandang pentingnya peran SPPG yang menjadi penghubung antara kebutuhan nyata masyarakat dengan program pemerintah. Sehingga pelaksanannya lebih optimal.
Menurutnya SPPG tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak didik, tetapi juga menjadi pusat pelayanan yang mendukung pendampingan gizi dan edukasi masyarakat.
“Balikpapan bukan kota tambang, melainkan kota jasa dan industri. Sehingga membutuhkan sumber daya manusia yang cerdas, tangguh dan siap bersaing.
Investasi terbesar kami adalah menyiapkan generasi muda untuk siap membangun kota yang lebih maju,” kata Bagus.
Sinergitas untuk menyukseskan program pemerintah, yakni MBG diharapkan mampu mewujudkan generasi emas untuk Balikpapan yang mampu berdaya saing, menyongsong masa depan.
Selain itu, tantangan seperti kasus gizi kronis atau stunting masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang perlu diselesaikan.
Dengan memanfaatkan digitalisasi teknologi dan pendataan setiap kelurahan, yang diharapkan dapat menekan kasus stunting.
“Mari bersama-sama berkomitmen agar tidak ada satu pun anak Balikpapan yang kekurangan gizi,” pungkasnya. (*)



