Corak

Bahasa Isyarat Itu Ada, Gerkatin Balikpapan Gelar HBBI

Ia berharap, agar lebih baik belajar memahami bahasa isyarat dan dapat memperbaiki bahasa isyarat yang digunakan agar lebih baik lagi. “Itulah cara kami untuk bisa menyosialisasikan tentang bahasa isyarat. Semoga t dapat terbuka wawasannya dan bisa menerima kami dan semakin ekslusif di Kota Balikpapan,” ungkapnya.

Berdiri kali pertama Organisasi Tuli di Indonesia, 23 September 1940, dan masuk dalam organisasi Federasi Tuli Dunia tahun 1983. HBII akan diperingati setiap tahunnya dengan tema yang berbeda sesuai dengan situasi.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Sosial Purnomo mewakili Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud antusias dengan kekompakan Teman Tuli. Pasalnya, semua orang punya kekurangan tapi kelebihan itu tidak semua orang punya.

“Semoga ini menjadi semangat bahwa bukan kekurangan tapi ini adalah kelebihan dari apa yang kami punya. Dengan kelebihan yang kami punya ini bisa jadikan semangat bisa memberikan apa yang kami punya untuk bangsa dan negara,” terangnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dalam hal ini Dinsos memberikan bantuan hibah bansos baik kepada Gerkatin, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), maupun Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni). Tentunya mekanisme sesuai dengan hibah bansos, tidak boleh berturut setiap tahun dan diajukan setiap dua tahun sekali.

“Jadi memang bergantian, tahun ini Pertuni tahun kemarin PPDI. Jadi bantuan tidak boleh berturut-turut sesuai dengan Kemendagri,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan kotaku.co.id, HBII digelar dengan pemotongan tumpeng kemudian tamu undangan melakukan bahasa isyarat bersama sesuai dengan tema HBII saat ini. Dalam HBII pun juga menggelar bantuan sosial kepada anggota Gerkatin kurang mampu.(*)

Pages: 1 2

To Top

You cannot copy content of this page