Metro

Balikpapan Dipuji Presiden Jokowi Kota Nyaman Dihuni, Wali Kota Rahmad Mas’ud Bangga

Rahmad Mas’ud (kiri) mendampingi Presiden RI Jokowi saat membuka Rakernas Apeksi (foto:kotaku.co.id/ist)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud bangga atas prestasi Kota Balikpapan yang dinobatkan sebagai kota terbersih dan kota layak huni.

Bahkan, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo turut memuji keasrian Kota Balikpapan, dalam sambutan pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) yang diselenggarakan di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC/DOME), Selasa (4/6/2024).

“Balikpapan termasuk kota yang saya senangi karena kehijauannya sangat baik,” ujar Joko Widodo atau populer dengan nama Jokowi, saat memberi sambutan.

Terkait itu, Rahmad Mas’ud menyampaikan, bahwa Kota Balikpapan menjadi ikon kebanggan dalam forum Apeksi.

Bahkan telah dinobatkan sebagai kota paling bersih seluruh Indonesia dan kota layak huni dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Seperti yang disampaikan Bapak Presiden, maka Kota Balikpapan menjadi ikon kebanggan.

Bahwa Kota Balikpapan menjadi kota nomor satu yang layak huni. Ini fakta dan realitanya,” ujar Rahmad Mas’ud ditemui usai mendampingi Presiden Jokowi.

Menurut Rahmad Mas’ud, pujian itu menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah untuk meningkatkan sarana dan prasarana perkotaan.

Mulai dari penanggulangan banjir, persampahan, termasuk mengantisipasi penambahan titik kepadatan arus lalu lintas.

“Itulah kenapa kami melebarkan Jalan MT Haryono. Bukan hanya mengatasi banjir, tapi juga melebarkan jalan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan juga akan segera merealisasikan arahan Presiden Jokowi untuk memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki yang melintas di jalan raya.

“Kemudian akan dibuatkan trek khusus pejalan kaki. Tadi disampaikan, yang perlu itu ‘kan tempat pejalan kaki, jadi bukan hanya kendaraan. Yang paling penting adalah pengguna jalan merasa nyaman.

Diiringi dengan pohon-pohon rindang. Indonesia negara tropis, maka perlu penanaman pohon dan itu bukan hanya tugas pemerintah, tapi semua elemen masyarakat,” ucap Rahmad.

Lebih jauh, Rahmad menilai pentingnya peningkatan sarana tranformasi umum untuk mengurai kemacetan di Kota Balikpapan, yang dipengaruhi berbagai faktor, seperti adanya pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan perkembangan Kota Balikpapan yang pesat.

“Itu adalah dinamika. Kota besar pasti akan macet. Kota Balikpapan baru menuju mulai macet.

Kami arahkan nanti, penyediaan fasilitas angkutan umum yang tentunya melibatkan semua stakeholder, supaya mendukung fasilitas yang akan kami lengkapi,” imbuhnya. (*)

To Top

You cannot copy content of this page