
KOTAKU, BALIKPAPAN- Kota Balikpapan siap untuk menghadirkan angin segar dalam dunia literasi dengan mengalokasikan dana sebanyak Rp400 juta untuk memperbarui perpustakaan kota dengan koleksi buku yang baru dan menarik.
Keputusan ini menandai komitmen kuat pemerintah daerah dalam memberikan akses yang lebih baik terhadap literatur bagi masyarakat.
Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan minat baca masyarakat, terutama anak-anak dan remaja. Dengan memperbarui koleksi buku secara berkala, perpustakaan di Balikpapan diharapkan menjadi tempat yang menarik bagi para pembaca dari berbagai usia.
Terkait itu, Kepala Bidang (Kabid) Perpustakaan, Dinas Perustakaan dan Arsip (Dispustakar) Balikpapan Kartini mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan telah menganggarkan sekitar Rp400 juta melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan, untuk meningkatkan jumlah koleksi buku berkualitas yang dapat diakses masyarakat.
“Saat ini sudah masuk tahap pengadaan. Untuk total bukunya akan kami data,” ujar Kartini, ditemui di ruangannya, Gedung Dispustakar, Jalan Piere Tandean, kawasan Gunung Pasir Balikpapan, Rabu (20/3/2024).
Disebutkan, proses pengadaan buku tersebut, terbagi menjadi dua bagian. Yakni sekitar Rp200 juta untuk pengadaan buku fisik dan Rp200 juta lainnya untuk pengadaan buku digital.
Kartini menjelaskan, proses pengadaan buku beserta kategorinya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kategorinya macam-macam, hal ini bersumber dari kebutuhan masyarakat yang disampaikan melalui survei Dispustakar,” katanya.
Ya, Dispustakar Kota Balikpapan telah melakukan survei terkait kebutuhan buku yang dititipkan untuk berbagai Perguruan Tinggi (PT) dan berbagai sekolah.
“Hasil input survei itu berasal dari survei dengan mengadakan barcode yang nantinya diisi masyarakat secara online. Ya memang ada banyak permintaan masyarakat,” ucapnya.
Selain itu, Dispustakar Kota Balikpapan juga mempertimbangkan katalog yang ditawarkan oleh penyedia atau distributor buku, baik cetak maupun digital.
“Jadi tujuannya memang untuk peningkatan jumlah koleksi buku kami di perpustakaan. Karena memang sudah ada aturannya agar setiap tahun dilakukan penambahan buku,” katanya.
Menurutnya dengan adanya penambahan buku baru, maka harapannya dapat meningkatkan kunjungan masyarakat ke perpustakaan dan meningkatkan literasi masyarakat.
“Kalau bukunya itu-itu saja, pastinya masyarakat bosan. Jadi harus ada penambahan koleksi,” ulasnya.
Kartini melanjutkan, tingkat kunjungan masyarakat mengalami penurunan selama Bulan Suci Ramadan 1445 Hijriah.
Menurutnya hal itu normal, karena minimnya aktivitas anak sekolah maupun mahasiswa dan mahasiswi.
“Kalau kemarin banyak wisata edukasi anak-anak TK, pelajar dan lain-lain. Kunjungannya bisa sampai 100 orang.
Kalau saat ini kan bulan puasa mungkin (aktivitas) lagi menurun karena banyak aktivitas dilakukan di rumah,” pungkasnya. (*)



