Termasuk kerusakan jalan raya serta putusnya jalur evakuasi termasuk jalur pengiriman logistik yang seharusnya menjadi tugas pokok Kementerian Perhubungan.
Untuk menginformasikan kepada seluruh masyarakat baik yang terdampak maupun yang akan membantu.
Tidak terkecuali menginformasikan juga kepada mitra kerjanya yakni Kementerian PU untuk dilakukan perbaikan secara cepat dan sempurna.
“Apalagi saat ini Kementerian Perhubungan sedang membangun jalur kereta api cepat Jakarta-Bandung yang melewati Cianjur, seharusnya juga dilakukan pengecekan apakah ada pengaruh dampak gempa terhadap infrastruktur yang mengalami kerusakan.
Dan sangat disayangkan Menteri Perhubungan baru hadir empat hari setelah terjadinya gempa yakni Jum’at 25 November 2022,” imbuh BHS.
Itupun lanjut dia, hanya hadir di posko untuk melihat kondisi para korban dan memberikan bantuan sembako serta kebutuhan sehari-hari dan obat obatan.
“Tanpa meninjau untuk melakukan pengecekan kerusakan kerusakan infrastruktur yang ada di Cianjur,” pungkasnya. (*)



