Ekbis

Bambang Haryo Kritik Pernyataan Menkeu Sri Mulyani, Ini Penjelasannya

Beberapa negara memang mengalami kesulitan energi karena terputusnya pasokan gas dari Ukraina akibat perang, seperti halnya Jerman, Inggris, Jepang dan beberapa negara Eropa. Tetapi mereka berupaya menghidupkan kembali tambang batubara untuk digunakan sebagai energi di negaranya dan bahkan beberapa negara menghidupkan kembali reaktor nuklirnya seperti Jerman dan Jepang agar harga energi listrik menjadi murah kembali,” seru BHS.

Jadi, lanjut BHS meyakinkan, tidak benar, bahwabahwa terjadi krisis ekonomi dan krisis pangan tahun 2022 dan 2023 di sejumlah negara.

“Memang ada negara yang saat ini masyarakatnya mengalami kelaparan tetapi bukan akibat krisis pangan. Ada enam negara dari 195 negara di dunia data dari World Food Propgram’s Hunger Jotspots Report. Yakni Afghanistan, Ethiopia, Nigeria , South Sudan, Siria dan Yaman,” terangnya.

Seyogyanya lugas BHS, pejabat negara tidak menakut-nakuti masyarakatnya termasuk pelaku usaha.

“Karena bisa mengakibatkan stagnasi atau pelambatan ekonomi akibat pelaku usaha enggan berinvestasi, serta masyarakat akan berusaha untuk menyimpan uangnya dan tidak membelanjakannya, sehingga pertumbuhan ekonomi akan menurun tajam.

Sebaiknya apa yang disampaikan Pak Jokowi untuk masyarakat ramai-ramai berbelanja, nonton konser dan berwisata itulah yang harus diterapkan agar ekonomi menjadi semakin baik,” tutup BHS. (*)

Pages: 1 2 3

To Top

You cannot copy content of this page