Parlementaria

Bankeu Kaltim untuk Balikpapan Dianggap Minim, Andi Arif Agung Berharap Rudy-Seno Adil

Andi Arif Agung

KOTAKU, BALIKPAPAN-Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan Andi Arif Agung, mengungkap ketimpangan alokasi bantuan keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Karenanya dia berharap kepemimpinan Gubernur H Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur (Wagub) Seno Aji dapat melakukan pemerataan agar Balikpapan mendapatkan porsi anggaran yang lebih adil.

Apalagi Rudy Mas’ud memiliki ikatan emosional cukup kuat terhadap Kota Minyak julukan Kota Balikpapan. Yakni lahir di Balikpapan.

Menurut Andi Arif, selama ini Balikpapan kerap tertinggal dalam distribusi Bankeu dibandingkan dengan kabupaten dan kota lain di Kaltim.

Padahal, Balikpapan merupakan salah satu kota strategis yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Provinsi Kaltim.

Ditambah lagi, Balikpapan kini digadang sebagai gerbang Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Peran strategis tersebut membutuhkan dukungan. Utamanya dalam hal percepatan pembangunan.

“Kami menginginkan perhatian yang lebih besar terhadap Balikpapan. Selama ini, alokasi bantuan keuangan masih tergolong minim dibandingkan daerah lain.

Kami berharap kepemimpinan Rudy Mas’ud dan Seno Aji bisa lebih adil dalam distribusi anggaran, demi percepatan pembangunan di kota ini,” ujarnya, Kamis (20/2/2025).

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa pemerataan pembangunan menjadi faktor kunci dalam menciptakan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kaltim.

Dengan pembangunan yang merata, pertumbuhan ekonomi di seluruh daerah dapat berjalan lebih seimbang.

“Balikpapan adalah gerbang ekonomi Kaltim dan akan menjadi penyangga utama IKN Nusantara. Namun, jika alokasi anggaran tidak memadai, bagaimana kota ini bisa berkembang optimal? Kami butuh keadilan dalam pembagian anggaran agar Balikpapan dapat berkontribusi lebih besar bagi Kaltim,” tegasnya.

Dengan semangat kepemimpinan baru, Andi Arif berharap duet Rudy-Seno dapat membawa perubahan nyata dalam pemerataan pembangunan.

“Kami optimistis dengan kepemimpinan yang baru ini. Saatnya Kaltim tidak hanya fokus untuk satu wilayah saja, tetapi berkembang secara keseluruhan,” pungkasnya. (*)

To Top

You cannot copy content of this page