Corak

Berbasis SDG, Program CSR KPI Unit Balikpapan Raih Penghargaan ISDA

KOTAKU, BALIKPAPAN-PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan mendapatkan penghargaan di ajang Indonesia Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2022, Senin (22/11/2022).

Ajang yang diselenggarakan Corporate Forum for CSR Development (CFCD) menjadi pendorong perusahaan untuk berlomba mewujudkan kepemimpinan yang berkontribusi terhadap Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Ketua umum CFCD Thendri Supriatno mengatakan penghargaan diberikan kepada perusahaan yang melakukan penghematan energi, melakukan konservasi lingkungan, melakukan kegiatan sosial di masyarakat serta berbagai hal positif lain.

ISDA 2022 diikuti oleh 103 perusahaan dengan berbagai latar bidang usaha dengan total 223 Best Practice, serta 30 perorangan terbagi ke level Direksi, General Manager, Manager, Staff CD Officer, Mitra dan Local Hero yang sudah berkontibusi dalam kegiatan SDGs.

“KPI Unit Balikpapan dalam ISDA 2022 mendapatan dua penghargaan. Program Warga Siaga Sehat atau Wasiat mendapatkan peringkat Gold. Sementara program Kampung Inggris dan Pusat Kreativitas Lawe Lawe mendapatkan peringkat Silver,” kata Area Manager Communication, Relations & CSR KPI PT KPI Unit Balikpapan Ely Chandra Peranginangin dalam keterangan tertulis yang disampaikan, Rabu (23/11/2022).

Diterangkan, program Wasiat yang dijalankan KPI Unit Balikpapan sejalan dengan SDGs 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, sementara program Kampung Inggris dan Pusat Kreativitas Lawe Lawe sejalan dengan SDGs 4 Pendidikan Berkualitas.

Program Wasiat dijalankan KPI Unit Balikpapan di Desa Giri Mukti Kabupaten Penajam Paser Utara. Program ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Program dijalankan melalui pemberian makanan tambahan, meningkatan kapasitas kader-kader Posyandu, melakukan sosialisasi hidup sehat dan anti narkoba. Selain itu juga dilakukan program ekonomi untuk mendukung program Wasiat,” kata Chandra.

Sementara program Kampung Inggris memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris masyarakat. Program ini dilaksanakan di Kelurahan Lawe-Lawe Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Penerima manfaat terbesar dari program ini adalah pelajar. Program pembelajaran dilakukan secara informal,” imbuh Chandra, kemudian.

Chandra juga menyampaikan bahwa keberhasilan program tersebut merupakan kontribusi dari berbagai pemangku kepentingan. “Program tersebut tentu tidak akan berhasil bila tidak ada dukungan dari pemangku kepentingan.

Penerima manfaat merupakan aktor utama keberhasilan dan perusahan menjadi stimulator kemandirian. Semoga program tersebut bermanfaat dan memberikan kontribusi bagi semua pihak,” tutup Chandra. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top