
KOTAKU, BALIKPAPAN-Pengendalian inflasi melalui pemenuhan pangan keluarga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw) BI Balikpapan kembali mencanangkan Gerakan Wanita Matilda (GWM) 2022. Yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Baikpapan, Kamis (2/6/2022). Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Balikpapan Heria Prisni dan dihadiri oleh Kepala KPw BI Balikpapan R Bambang Setyo Pambudi, Ketua TP-PKK Kota Balikpapan Hj Nurlena Rahmad Mas’ud, camat se Kota Balikpapan, Lurah Sungai Nangka, Lurah Klandasan Ulu, Lurah Margomulyo, Lurah Muara Rapak, Lurah Manggar dan Damai Baru serta perwakilan TP-PKK Kelurahan.
Dalam keterangan tertulis yang disampaikan, Jumat (3/6/2022) dijelaskan, GWM merupakan upaya pengendalian inflasi melalui urban farming atau pemanfaatan lahan pekarangan di lingkungan rumah tangga untuk ditanami tanaman hortikultura. Hasil dari penanaman ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga atau lebih lanjut dapat menjadi sumber pendapatan baru serta mendorong entrepreneurship ibu rumah tangga.
Mengawali sambutannya, Nurlena Rahmad Mas’ud menyampaikan bahwa peran perempuan dalam rumah tangga cukup strategis terutama dalam hal pengelolaan keuangan dan pemenuhan gizi keluarga, oleh karena itu melalui program GWM ini diharapkan ibu-ibu PKK dapat memperkuat perannya melalui pelatihan dan kegiatan yang positif.
Dalam kesempatan yang sama R Bambang Setyo Pambudi juga memaparkan bahwa Bank Indonesia memiliki tujuan tunggal yaitu mencapai stabilitas nilai rupiah yang salah satunya dicerminkan terhadap barang dan jasa atau inflasi. Berkat keberhasilan GWM tahun-tahun sebelumnya, GWM 2022 kembali diselenggarakan mulai 2 Juni 2022 sampai 14 Juli 2022. GWM 2022 diperkuat dengan menerapkan budidaya hidroponik serta pelatihan keuangan keluarga tesrsebar enam kelurahan. Budidaya hidroponik sesuai dengan karakteristik lahan perkotaan yang tidak terlalu luas serta perawatan yang lebih praktis.
“Melalui program ini Bank Indonesia berharap agar ibu ibu dapat mengaktualisasi diri melalui pelatihan pelatihan yang diberikan serta dapat turut serta dalam upaya pengendalian inflasi di Kota Balikpapan,” terangnya.



