
KOTAKU, BALIKPAPAN-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan memastikan akan melanjutkan pembagian bantuan, dari program inovasi Ground Water Tank (GWT).
Ya, program GWT adalah upaya BPBD Kota Balikpapan untuk menyiapkan sarana dan melatih masyarakat untuk mengantisipasi kebakaran sejak dini, agar tidak meluas.
Program GWT yang diinisiasi BPBD itu menyasar empat titik rawan kebakaran. Khususnya kawasan padat permukiman dan penduduk.
“GWT adalah program utama kami. Nah, bantuan GWT ini sudah kami realisasikan untuk tiga lokasi.
Satu lokasi lagi akan segera kami realisasikan bulan ini,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Balikpapan Usman Ali, ditemui di sela-sela kegiatan Rapat Kerja (Raker) Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) DPRD Kota Balikpapan, di Hotel Novotel Balikpapan, Rabu (8/11/2023).
Ia menerangkan, BPBD Kota Balikpapan akan melengkapi bantuan GWT di kawasan Jalan Olahraga, RT 10 Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara.
“Tepatnya di sekitar (bangunan) Bu Kadri, daerah Kampung Timur,” ucapnya.
Adapun tiga lokasi lainnya yang sudah terealisasi, lanjut Usman Ali menerangkan, yakni di Jalan Letjen Suprapto, RT 7 Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan.
Fasiltas GWT juga dibangun di Jalan Riko, Gang Aman, RT 20 Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat.

Selain itu pihaknya juga memberikan bantuan GWT untuk warga di Jalan Meyjen Sutoyo, Gang Lestari, RT 62 Klandasan Ilir.
Disebutkan, BPBD Kota Balikpapan memberi bantuan berupa pengadaan pompa air portabel, nozzel dan selang khusus untuk memadamkan api.
Bersamaan dengan program itu, pihaknya juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat untuk mengoperasikan alat tersebut.
Program GWT juga dilengkapi dengan pembangunan reservoir atau tempat penampungan air yang didesain sedemikian rupa, sehingga masyarakat dapat menggunakan air itu untuk memadamkan api sejak dini, sebelum petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) datang ke lokasi bencana.
Biasanya masyarakat menghibahkan sebagian lahannya untuk mendukung inovasi BPBD tersebut.
“Melalui program ini, kami harap masyarakat turut berperan dalam mengantisipasi bencana kebakaran.
Program ini menjadi dukungan pemberdayaan masyarakat melalui penyediaan sarana dan prasarana proteksi kebakaran,” pungkasnya. (*)



