
KOTAKU, BALIKPAPAN-BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris peserta di Kota Balikpapan yang mengalami kecelakaan kerja dan meninggal dunia.
“Ada santunan yang diberikan kepada ahli waris berupa jaminan kematian dan kecelakaan kerja dan pekerja yang mengalami risiko sosial ekonomi,” jelas Deputi Direktur Wilayah Kalimantan BPJS Ketenagakerjaan Hj Rini Suryani saat ditemui saat pelaksanaan vaksinasi Polda Kaltim bersama BPJS Ketenagakerjaan di Balikpapan Sport Convention Center (BSCC/DOME), Jumat (17/9/2021).
Rini mengatakan risiko sosial ekonomi yang dimaksud yakni pekerja dalam melaksanakan pekerjaan, pemerintah hadir melalui program BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan santunan berupa santunan jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian dan beasiswa anak pekerja yang meninggal dari TK hingga kuliah. “Kalau jumlah anaknya dua orang total dari dua orang itu Rp174 juta,” ulasnya kemudian.
Lanjut Rini menyampaikan, kasus BPJS Ketenagakerjaan khusus di Balikpapan sebanyak 16 ribu di antaranya ada kasus kecelakaan kerja, kasus kematian hari tua dan kasus jaminan pensiun. Adapun jumlah kasus tertinggi berasal dari jaminan hari tua. Pasalnya, saat pandemi ini banyak perusahaan yang mem-PHK karyawannya. “Jaminan hari tua, ini yang paling tinggi jumlah kasusnya,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh masyarakat pekerja di Kota Balikpapan sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Kami mengajak untuk mungkin dari sektor lain, bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ucapnya.
Mengingat BPJS Ketenagakerjaan merupakan badan penyelenggara jaminan sosial yang ditunjuk oleh negara maka pihaknya secara aktif terus melakukan sosialisasi. “Kami berharap setiap kejadian kecelakaan kerja, kematian maupun para pekerja mengalami sosial ekonomi. Pemerintah bisa hadir di sana dalam memberikan santunan dan bantuan kepada ahli waris,” paparnya.
Selama pandemi Covid 19, BPJS Ketenagakerjaan tidak bisa menyosialisasikan secara langsung kepada pihak perusahaan maupun pekerja. Akan tetapi, tidak diam dengan situasi pandemi ini, melainkan tetap mencari solusi dengan cara virtual dan luring, untuk menyosialisasi atau menginformasikan update program. “Ini tantangannya,” ujarnya.

Walaupun demikian, pertumbuhan BPJS Ketenagakerjaan di tengah Pandemi mengalami kenaikan meskipun tidak seperti tahun sebelumnya. “Secara akumulasi (pertumbuhan) kepesertaan mandiri, ada yang perusahaan,” pungkasnya.
Dalam penyerahan tersebut didampingi Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Drs Hariyanto, Ketua DPD Apindo Kaltim M Slamet Broto Siswoyo, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dr Andi Sri Juliarty. (*)



