Metro Advertorial

BPPDRD Balikpapan Dorong Elektronifikasi Retribusi Daerah, Pengelolaan Sampah Jadi Atensi

kantor BPPDRD Balikpapan di Jalan Jenderal Sudirman Klandasan (foto:kotaku.co.id/chandra)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus memperkuat pengelolaan retribusi daerah.

Salah satu fokus utamanya adalah sektor retribusi sampah, yang dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan Idham, menegaskan bahwa saat ini aktif berkoordinasi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pemungut retribusi.

Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan penerimaan dari sektor-sektor yang selama ini belum tergarap secara maksimal.

“Kami melakukan koordinasi dengan OPD pemerintah pemungut retribusi. Optimalisasi sektor retribusi ini jadi fokus perhatian kami,” ujar Idham dijumpai di kantornya di Jalan Jenderal Sudirman Klandasan, Selasa (21/10/2025).

Selain itu, lanjutnya, BPPDRD Balikpapan kini tengah mendorong penerapan sistem pembayaran nontunai atau elektronifikasi dalam pengelolaan retribusi. Termasuk pengelolaan sampah kota.

Idham menilai digitalisasi menjadi langkah penting untuk menciptakan sistem pengelolaan yang efisien, transparan, dan terukur.

“Kami koordinasi terkait dengan elektronifikasi retribusi sampah. Ya, pengelolaan sampah kan di bawah kelola Dinas Lingkungan Hidup,” jelasnya.

Lebih lanjut, Idham menjelaskan bahwa penerapan sistem digital akan membantu mengawasi arus penerimaan retribusi secara real-time.

Dengan begitu, potensi kebocoran pendapatan dapat ditekan dan capaian PAD dapat meningkat signifikan.

“Lebih detail teknisnya di OPD terkait. Kami masih mengkoordinir potensi yang ada di tiap OPD,” tambahnya.

Meski begitu, Idham mengakui bahwa sistem digital tidak bisa diterapkan secara instan. Masih ada sejumlah kendala yang perlu diatasi melalui koordinasi lintas instansi.

“Kami mau mendorong digitalisasi, elektronifikasi dalam pengelolaan retribusi. Memang objek-objek retribusi di Balikpapan ini sudah harus digitalisasi, harus elektronifikasi. Tapi mungkin masih ada kendala, jadi perlu dikoordinasikan,” tuntasnya. (*)

To Top

You cannot copy content of this page