
KOTAKU, BULUNGAN-Karakteristik Kurikulum Merdeka yakni asesmen diagnostik, pembelajaran terdiferensiasi, dan penyederhanaan kurikukum berkontribusi positif dalam proses pemulihan pembelajaran (Learning Recovery) di Indonesia.
Kesimpulan ini diambil setelah dua pengukuran berbeda yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan dan Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (Inovasi) menemukan indikasi terjadinya learning recovery.
Temuan ini dipaparkan dalam kegiatan Media Briefing bertajuk Build Back Better, Pemulihan Pembelajaran Paska Pandemi-19. Bupati Bulungan Syarwani, Direktur Program Inovasi Mark Heyward, dan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek Anindito Aditomo hadir sebagai narasumber dalam kegiatan yang berlangsung di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Kamis (13/4/2023).
Adapun Inovasi merupakan program kemitraan antara pemerintah Indonesia dan Australia.
Bupati Syarwani mengatakan penggunaan karakteristik Kurikulum Merdeka telah membantu Bulungan menahan laju hilangnya pembelajaran (Learning Loss).
Kesimpulan itu diambil setelah mengukur kemampuan membaca 16.757 murid SD di Bulungan, tahun 2022.
Hasilnya, menunjukkan terjadinya learning loss, namun masih di atas hasil pengukuran tahun 2017.



