Anindito Aditomo mengatakan dua pengukuran yang dilakukan Pemkab Bulungan dan Inovasi menjadi bukti keselarasan Kurikulum Merdeka dengan kebutuhan daerah dalam proses Learning Recovery.
Ia senang karena kehadiran Kurikulum Merdeka disambut positif oleh pemerintah daerah.
Tidak hanya berpartisipasi untuk mengimplementasikan, pemerintah daerah juga memanfaatkan Kurikulum Merdeka sebagai terobosan untuk menjawab kebutuhan daerah.
“Salah satu contoh daerah yang secara progresif menggunakan Kurikulum Merdeka itu yakni Kabupaten Bulungan. Saya berharap praktik baik dari Kabupaten Bulungan ini dapat dipelajari daerah lain di Indonesia.
Sehingga pendidikan bisa benar-benar pulih dari pandemi,” tegasnya. Praktik baik yang dicontohkan Kabupaten Bulungan juga membuktikan bahwa Kurikulum Merdeka dapat diterapkan di daerah dengan beragam kondisi.
Manfaat di Sekolah
Pengakuan kontribusi karaktersitik Kurikulum Merdeka dalam proses percepatan Learning Recovery juga disampaikan Kepala SD Negeri 005 Tanjung Palas Timur, Ludiah Liling.
Akibat penutupan penutupan sekolah yang berkepanjangan, banyak murid di sekolah yang mengalami Learning Loss. Ketika sekolah dibuka kembali, hanya 52 dari total 157 orang murid kelas awal yakni kelas 1 – 3 SD, yang lulus kompetensi literasi dasar.
Seperti mengenal huruf, suku kata, dan kata. 105 orang murid lainnya tidak lulus. Namun dalam waktu enam bulan, jumlah murid yang lulus kompetensi literasi dasar bertambah sebanyak 36 orang murid.
Sehingga dalam satu semester sebanyak 88 orang atau 57 persen murid kelas awal telah lulus kompetensi literasi dasar.
“Pemulihan pembelajaran ini terjadi karena kami menerapkan Kurikulum Merdeka,” terang Ludiah.
Salah seorang murid, Farah Nur Fatriah mengaku mengalami perkembangan pesat. Ketika memulai pembelajaran, Juli 2022 lalu, Farah hanya mampu mengenali beberapa huruf.
Namun dalam waktu empat bulan saja, Farah sudah lancar membaca. Ia sudah mampu merangkai kata, kalimat, dan membunyikannya dengan tepat.
Perkembangan Farah ini diperoleh dari hasil asesmen diagnostik kognitif yang dilakukan, Oktober 2022.
Penutupan sekolah karena pandemi COVID-19 telah menyebabkan terjadinya Learning Loss. Satu generasi berpotensi mengalami kehilangan masa depan.
Semua negara di dunia, sedang berlomba melawan waktu untuk mencari cara terbaik melakukan Learning Recovery.
Ada konsekuensi ekonomi dan sosial besar yang akan ditanggung sebuah negara, jika gagal melakukan Learning Recovery dalam waktu cepat (*)



