
KOTAKU, BALIKPAPAN-Kemajemukan warga Kota Balikpapan tak menghambat warga untuk membantu sesamanya yang memerlukan pertolongan. Itulah yang dirasakan keluarga Sumijan, warga RT 39 Kelurahan Graha Indah yang menderita sakit. Namun, tak mempunyai biaya untuk berobat.
“Saya dibantu oleh ibu RT, kalau tidak dibantu saya tidak tahu apa-apa bisa berobat. Saya terima kasih banyak. Saya tidak bisa membalas, mudah-mudahan yang (Maha) Kuasa yang akan membalas,” ujar pria 50 tahun ini dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di kediamannya Jalan Soekarno Hatta Km 9, Rabu (11/8/2021).
Ayah satu putri ini menuturkan perasaannya. Katanya, sebagai kepala keluarga, tidak bisa lagi meemenuhi kebutuhan sehari-harinya. “Saya sekarang susah, sebelumnya menjual sayur untuk hari-hari sekarang tidak bisa jualan,” imbuhnya.
Sumijan menceritakan berawal dari luka seperti bentol-bentol kecil yang diobati dengan sekedarnya. Keterbatasan biaya untuk berobat yang menjadi penyebab luka semakin membesar dan membusuk. Hingga akhirnya diamputasi. “Saya tidak punya uang untuk berobat,” ujarnya
Ia mengaku memiliki penyakit gula sejak lima tahun lalu sedangkan luka yang dialami mulai satu tahun lalu. Karena penyakit gula yang diderita cukup tinggi hingga mencapai 460, sehingga luka tidak kunjung sembuh.
Ketua RT 39 Kelurahan Graha Indah Hj Siti Sarah menyampaikan, Sumijan dan istri bekerja sebagai buruh tani, yang mendapat upah dari pemilik kebun dan mencari dagangan untuk dibawa ke pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Suami istri pekerja keras. Dia tidak memperhatikan kapan dia harus makan dengan asyiknya berkebun. Akhirnya kesehatannya tidak diperhatikan,” urainya.
Ia pun menyadari bahwa warganya tidak berdaya di atas kasur dengan luka kaki yang membusuk. Sehingga, dibawa ke rumah sakit. Akan tetapi, Sumijan mempunyai tunggakan dan denda BPJS Kesehatan beberapa tahun yang menghambat pengobatannya. “Alhamdulillah dengan swadaya warga RT 39, tunggakan dan denda BPJS Kesehatan bisa dibayar semua,” paparnya kemudian.
Hj Sarah sapaan karibnya berharap ada belas kasihan dari masyarakat Kota Balikpapan. Dengan melihat kondisi Sumijan bisa membantu. Apabila luka yang diderita sudah kering dapat membantu untuk dapat membeli kaki palsu, supaya dapat beraktivitas. “Sekarang pun BPJS Kesehatan masih kami bayar, karena belum ada yang gratis. Kami masih upayakan,” jelasnya.
Ditambahkan Hj Sarah bahwa sudah melaporkan kepada Kelurahan Graha Indah. “Untuk sementara ini warga masih membantu seadanya, tapi kalau untuk kebutuhan hidup sehari-hari kemungkinan masih sama-sama terdampak ekonomi. Kami mengharap sekali, mudah-mudahan dengan adanya seperti ini terbuka mata hati masyarakat untuk dapat membantu saudara kami yang benar-benar dalam kondisi susah dan sakit,” pungkasnya.(*)



