Metro Advertorial

Cakupan Layanan Makin Luas, Kader Posyandu ILP Puskesmas Muara Rapak Punya 25 Keterampilan

KOTAKU, BALIKPAPAN-Kompetensi menjadi syarat mutlak bagi Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Integrasi Layanan Primer (ILP) untuk memastikan pelayanan kesehatan dasar berjalan sesuai standar.

Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Kesehatan Masyarakat (UPTD Puskesmas) Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, mengakui peran penting kader sebagai pelaksana skrining dan edukasi kesehatan di lapangan.

Sehingga keterampilan kader menentukan kualitas layanan Posyandu ILP.

Promotor Kesehatan Puskesmas Muara Rapak Noviyanti, menjelaskan bahwa setiap kader wajib menguasai lima kompetensi dasar.

Kompetensi tersebut meliputi pengelolaan posyandu, pelayanan bayi dan balita, pelayanan ibu hamil dan menyusui, pelayanan anak usia sekolah dan remaja, serta pelayanan usia dewasa dan lansia.

“Dari lima kompetensi inilah kami bisa menentukan kecakapan kader. Ada tiga tingkatan, yaitu kader Purwa, Madya, dan Utama,” sebut Noviyanti, Sabtu (29/11/2025).

Lebih lanjut dia menambahkan, masing-masing kompetensi memiliki poin keterampilan yang jika diakumulasikan menghasilkan total 25 keterampilan dasar.

Keterampilan inilah yang wajib dikuasai kader sebagai dasar pelaksanaan layanan promotif dan preventif Posyandu ILP.

Untuk memenuhi tuntutan tersebut, pelatihan kader dilakukan secara bertahap. Noviyanti menyampaikan bahwa 27 Oktober lalu, Dinas Kesehatan memfasilitasi pelatihan bagi 15 kader Posyandu binaan Puskesmas Muara Rapak.

Seluruh peserta kini telah bersertifikat resmi melalui akun Plataran Sehat milik Kementerian Kesehatan.

Selain itu, Puskesmas Muara Rapak secara internal turut melakukan peningkatan kompetensi kader Posyandu ILP binannya sebagai langkah meningkatkan kualitas layanan.

Dengan kegiatan peningkatan keterampilan secara rutin, puskesmas berharap kader mampu meningkatkan kualitas Posyandu ILP di lingkungan masyarakat.

“Untuk pelatihan internal dilaksanakan secara mandiri melalui online dengan metode MOOC. Setelah materi selesai diterima, kader melakukan simulasi praktik, demonstrasi, dan diskusi kelompok,” tambahnya.

Pelatihan tidak hanya bersifat teori, tetapi juga memastikan kader mampu menerapkan keterampilan secara langsung.

Selama proses tersebut, kader didampingi Promkes Puskesmas untuk memastikan pemahaman materi berjalan baik.

“Alhamdulillah, kader dapat melaksanakan dengan baik dan lancar,” tutur Noviyanti. (*)

To Top

You cannot copy content of this page