Metro

Cara Disdikbud Kaltim Tangkal Radikalisme

Begitu juga dengan para tenaga pendidik juga perlu sejak dini mengetahui dan memantau anak didik yang sekiranya terpapar dengan paham radikalisme. “Itu karena beragam macam sejak dini bisa memantau anak didiknya. Dengan monitoring, kami juga ada pengawas kalau ada permasalahan sejak dini sudah dilakukan pencegaha. Sejauh ini belum ada laporan anak didik terpapar paham radikalisme,” jelasnya.

Sementara itu, Sub Koordinator Kurikulum dan Penilaian SMA Dinas Pendidikan Propinsi Kaltim Atik Sulistyowati menambahkan dalam kurikulum merdeka yakni lebih dikenal dengan P5 atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, juga mengajarkan nilai-nilai Pancasila yang dapat diimplementasikan kepada kehidupan sehari-hari.

“Implementasi kurikulum merdeka jadi ada P5 itu aktualisasi dari praktik baik, baik itu anak didik maupun guru di sinilah fungsi dari sekolah menanamkan kepada anak didik praktik baik yang dilakukan melalui projek sehingga anak-anak bisa berinovasi mengeksplor kemampuannya mengedukasi apa yang dia terima dari apa pengajaran dari praktik yang sudah dilakukan,” timpalnya.

Dia menegaskan bahwa dalam kurikulum merdeka mengacu Pancasila sebagai tujuan akhir. “Karena pasti ada permasalahan intoleransi ada radikalisme semua ada di situ (Kurikulum Merdeka, Red) misal ada projek sosiodrama dia bisa mendukung program pemerintah yang anti radikalisme atau intoleransi,”katanya.

Langkah untuk mencegah radikalisme di dunia pendidikan lanjut Atik dilakukan secara bertahap. Mulai dari kepala sekolah, guru hingga anak didik.

“Kalau melalui sekolah pasti melalui pembelajaran penguatan yang ada di dalamnya. Sementara yang sifatnya inovatif tentu sekolah juga harus bergerak lebih aktif mengetahui yang dilaksanakan anak-anak di luar jam pembelajaran artinya tidak menutup kemungkinan dengan media sosial yang begitu hebat sekolah bisa mengambil peran,” tutupnya. (*)

Pages: 1 2

To Top

You cannot copy content of this page