
Untuk menguji kualitas lulusan YES di 15 Yamaha Training Center (YTC), tahun ini Yamaha menggelar kompetisi YES yang diikuti 39 lulusan terbaik.
Kompetisi YES dilakukan dalam dua tahap yakni tahap teori dan praktik. Untuk tahap teori telah terpilih tujuh lulusan terbaik yang berhasil lolos untuk mengikuti tahap praktik. Selanjutnya akan dipilih satu peserta sebagai lulusan YES terbaik secara nasional.
Adapun tujuh peserta YES terbaik di Indonesia yakni Roy Anju Tumangger (Medan), Glaudio Ilyanov (Pekanbaru), Awan Kurniawan (Bandung), Muhammad Ibnu Shaleh (Palembang), Andreas Wahyu Sugiarto (Surabaya), Maulia Firman Hidayat (Medan) dan Rahmat Salman (Medan).
Ketujuh peserta tersebut kembali diuji pada babak final dan terpilih tiga peserta yakni Awan Kurniawan (Bandung), Muhammad Ibnu Shaleh (Palembang) dan Andreas Wahyu Sugiarto (Surabaya).
Sebelum mengikuti pelatihan YES, calon peserta akan mengikuti proses seleksi masuk untuk melihat motivasinya di dunia otomotif meliputi pengetahuan dasar teknik otomotif, psikotest dan wawancara.
Setelah lolos, seluruh peserta akan menempuh masa pendidikan YES selama 4,5 bulan di Yamaha Training Center (YTC), mempelajari materi pelatihan secara intensif meliputi teori teknik sepeda motor, manajemen bengkel dan Kewirausahaan, serta praktik di workshop dan bengkel resmi Yamaha.
Saat ini YES telah hadir di 15 Kota YTC, yaitu Jakarta, Medan, Makassar, Semarang, Pontianak, Bandung, Surabaya, Padang, Lampung, Palembang, Denpasar, Banjarmasin, Pekanbaru, Palu, dan Jambi. Total lulusan YES secara akumulatif dari tahun 1990 sampai 2022 sudah mencapai lebih dari 5.000 peserta.
Dibandingkan dengan lembaga pendidikan atau pelatihan sejenis, YES memiliki banyak keunggulan karena dibina dan dikelola langsung oleh salah satu pabrikan sepeda motor besar, sehingga tersedia fasilitas dan teknologi terkini.
Selain itu, pelatihan YES tidak dipungut biaya, maka pemilihan peserta berlangsung sangat selektif dan kompetitif. Karena hanya peserta yang memiliki motivasi tinggilah yang dapat lolos.
Sekadar diketahui, program YES telah berlangsung sejak tahun 1990. Peresmian YES angkatan pertama dilakukan oleh Menteri Tenaga Kerja Cosmas Batubara dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Michihiko Kunihiro.
Pada era 80an, karena kondisi krisis ekonomi di Indonesia, pengangguran meningkat dari anak putus sekolah setingkat SMA yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi.
Melihat kondisi ini, Yamaha Motor Indonesia yang memiliki teknologi dan fasilitas serta keinginan untuk berperan aktif meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui ilmu pengetahuan dan keahlian, mendirikan pusat pelatihan yang diberi nama Yamaha Engineering Training Center yang kemudian dikenal sebagai YES. (*)



