
KOTAKU, BALIKPAPAN-Ramadan tahun ini atau tepatnya 1443 H memang masih berada di tengah pandemi Covid-19. Meskipun begitu, pemerintah telah memberikan relaksasi atau kelonggaran termasuk dalam kegiatan Pasar Ramadan. Dengan harapan relaksasi yang diberikan mampu meningkatkan kembali perekonomian masyarakat yang sempat porak-poranda setelah dua tahun terakhir pandemi covid-19 sedang berada di puncaknya.
Kelonggaran itu bukan tanpa alasan. Menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Balikpapan Zulkifli beberapa waktu yang lalu mengungkapkan, tingginya angka vaksinasi baik dosis satu maupun dua merupakan salah satu alasannya.
“Kalau tahun lalu kan ada keramaian kami bubarkan, tapi tahun ini hanya pengawasan saja yang penting menerapkan protokol kesehatan dan yang utama pakai masker,” kata Zulkifli beberapa waktu yang lalu.
Relaksasi itu rupanya benar-benar memberikan angin segar kepada masyarakat, Senin (4/4/2022) sore saat media ini mengunjungi salah satu Pasar Ramadan yang terletak di kawasan Balikpapan Permai (BP) terlihat seakan tak pernah putus para pembeli. Takjil yang disajikan pun tak butuh waktu lama ludes terjual.
Andi Asparudin selaku penanggung jawab Pasar Ramadan di kawasan tersebut mengakui bahwa Pasar Ramadan tahun ini jauh lebih ramai dibandingkan sebelumnya. “Alhamdulillah bang, dengan relaksasi ini bisa dilihat sendiri kan, ramai ini, lebih ramai dibanding tahun sebelumnya,” ungkapnya kepada kotaku.co.id.
Meskipun diberikan relaksasi bukan berarti para pedagang abai akan protokol kesehatan. Hal itu bisa dilihat dengan lapak pedagang yang masih diberikan penyekat untuk pembeli dan penjual. Selain itu, di jalan masuk menuju Pasar Ramadan tersebut juga menyediakan tempat cuci tangan.
“Di sini juga rata-rata yang jualan juga sudah divaksin,” ujarnya.
Adapun para pedagang di Pasar Ramadan tersebut lanjut dia menerangkan, sebagian besar merupakan warga yang berkediaman di Kecamatan Balikpapan Kota. “Tapi ada (warga) yang dari luar, yang jelas kami mengutamakan warga binaan kami setiap tahunya,” tutupnya. (*)



