
KOTAKU, BALIKPAPAN-Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) jadi cara Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat perkuat layanan kesehatan balita.
Metode ini memastikan setiap anak yang datang dengan keluhan, baik ringan maupun berat, mendapatkan penanganan cepat, tepat, dan menyeluruh sesuai standar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).
Pemeriksaan dimulai dari gejala yang terlihat hingga faktor pendukung lain, sehingga potensi penyakit bisa diidentifikasi lebih cepat.
“Misalnya batuk. Kami tentukan apakah batuk biasa, batuk dengan pneumonia, atau kondisi lain, baru kemudian putuskan tindakan tepat,” jelas Perawat dan Surveilans Puskesmas Baru Ulu Bidan Sitti Afdaliah, dijumpai di sela aktivitasnya, Kamis (27/11/2025).
Adapun tindakan yang diambil, lanjut dia menjelaskan, bisa berupa pemberian antibiotik, konseling, konsultasi dokter, atau rujukan ke rumah sakit bila diperlukan.
Baginya, alur ini membantu tenaga kesehatan meminimalkan risiko komplikasi serius. Dengan adanya pedoman baku MTBS, setiap anak mendapatkan layanan yang sesuai dengan kondisinya, tanpa terlewat.
“Setiap gejala balita menjadi peluang kami untuk intervensi dini. Ini penting untuk menekan angka kesakitan dan kematian,” tambah Afdal sapaan akrab Bidan Sitti Afdaliah..
Selain itu, orang tua juga dilibatkan dalam proses edukasi. Di antaranya diajarkan cara mengenali gejala, memberikan perawatan dasar di rumah, dan memahami kapan anak perlu dibawa kembali ke Puskesmas. (*)



