Corak

Dibalik Suksesnya Panen Perdana 10 Ribu Udang Vaname di Lapas Balikpapan

KOTAKU, BALIKPAPAN-Lapas Kelas IIA Balikpapan menggelar panen perdana 10 ribu udang vaname hasil budidaya warga binaan.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Jumaidi menyampaikan, budidaya udang sudah berjalan selama tiga bulan.

“Jadi kemarin memang berusaha bagaimana karena ini daerah pesisir makanya kami coba budidaya udang vaname. Ini kami coba dari kecil atau pembibitan Alhamdulillah setelah sekian kali percobaan akhirnya berhasil,” ucapnya saat dijumpai awak media usai panen perdana di Lapas Kelas II A Balikpapan, Jumat (12/11/2021).

Lanjutnya, dalam proses pembudidayaan tersebut yang menjadi tantangan utamanya yakni air. Menurutnya untuk air tersebut perlu diambil dari laut. “Alhamdulillah ini dekat laut jadi bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.

Dengan adanya budidaya udang akan memberi nilai tambah. Karena menurutnya harga jual udang vaname Rp80 ribu per Kilogram (Kg), sedangkan jika kondisi udang tersebut masih hidup diperkirakanya bisa mencapai Rp100 ribu per Kg. “Kami juga sudah menyiapkan aquarium. Dan ini kan masih pertama, kemungkinan ke depanya akan lebih dikembangkan lagi untuk pemasarannya,” jelasnya.

Adapun total kolam yang dimiliki oleh Lapas Kelas IIA sebanyak tiga kolam. “Untuk kolam yang besar sudah dibooking oleh salah satu rumah makan ternama di Kota Balikpapan,” ucapnya.

Selain udang, Lapas Balikpapan juga membudidaya ikan lele dan ikan nila, memiliki perkebunan pisang dan peternakan bebek juga. Untuk diketahui, pelatihan terhadap warga binaan khususnya budidaya udang vaname bekerja sama dengan Dinas Perikanan dan Pertamina.

Operation Head Pertamina DPPU Sepinggan Heri Ashari, mengungkapkan, bantuan CSR yang diberikan kepada warga binaan sebagai bentuk dukungan agar ketika keluar dari tempat pembinaan tersebut dapat menjadi modal untuk membangun kehidupan lebih baik.

“Ini juga berada di wilayah kerja kami, dan ini menjadi respon dan tanggungjawab kepada masyarakat yang berada di ring I Pertamina,” jelasnya.

Sementara itu, bantuan ini tentunya juga untuk melihat langsung orang-orang yang memiliki kemampuan dan akan didampingi oleh Pertamina untuk menjalankan programnya. Sedikitnya ada lima orang mantan warga binaan Lapas yang lulus pelatihan yang diberikan serta berada di bawah binaan Pertamina. (*)

To Top

You cannot copy content of this page