Peristiwa

Diduga Rem Blong, Truk Meluncur Tabrak Kendaraan dan Rumah Warga

Kondisi truk yang ringsek setelah terguling dan menabrak kendaraan serta rumah (foto:kotaku.co.id/januar)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Di tengah tidur lelapnya, Abdul Rohim warga Jalan Projakal RT 66 Kelurahan Graha Indah Balikpapan Utara seketika dikagetkan dengan suara benturan keras dari sekitarnya. Kerasnya suara benturan itu sontak membuatnya terbangun dari tidurnya.

Seolah masih dalam mimpi, dia melihat sebuah truk berwarna biru dengan nomor polisi P 9662 UR terguling yang menghantam teras rumahnya. Batangan besi perancah atau scaffolding pun terlihat berhamburan. Bersamaan dengan itu, warga sekitar yang juga turut terbangun melihat secara detail sekitar lokasi.

“Itu kejadian tadi subuh, Selasa (12/7/2022), saat keluar (rumah) saya lihat kanopi saya rubuh lalu tiga mobil ringsek serta dua motor dan pohon tumbang, saat itu sopir masih ada dan dia ambil barangnya lalu saya amankan,” tuturnya sembari menunjuk kondisi mobil miliknya.

Diketahui, dua dari tiga mobil yang ringsek itu miliknya dan satu lagi merupakan milik keluarganya.

Akibat kejadian itu, dia mengaku mengalami kerugian. Kerusakan atas rumahnya, kerugiannya ditaksir sekitar Rp5 juta. Sementara itu untuk kendaraan dia memperkirakan lebih dari Rp300 juta. “Mobil saja sudah seratusan lebih sama yang lain ya sekitar Rp350 juta lebih. Tapi nanti dirinci lagi,” sebutnya.

Dia meminta kepada para pihak dapat mengganti seluruh kerusakan yang terjadi. Terkait itu, pengendara beritikad baik untuk mengganti kerugian tersebut.

“Katanya mau ada ganti rugi tapi masih menunggu dari pemilik mobil tapi belum bisa dihubungi. Memang belum ada titik temu dengan pemilik perusahaan truknya,” ujarnya.

Di lokasi kejadian, Ismail sang sopir truk mengaku sedang menunggu konfirmasi dari korban kerusakan. Dia berharap bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

“Kami siap tanggung jawab, namanya musibah gak ada yang duga. Ini juga masih dipertimbangkan dengan pengurus dan juga pemilik barang,” akunya.

Lebih lanjut dia menceritakan awal peristiwa itu saat rem truknya seketika tidak berfungsi. “Saya sendirian dari Surabaya bawa scaffolding seberat 17 ton, sebelum berangkat saya cek semua aman gak ada kendala kalau ada ya saya gak berani.

Pas di persimpangan Kariangau, rem masih bagus ketika sampai turunan, rem sudah gak fungsi. Langsung larinya kaya orang dilempar batu dari atas, hilang kendali saya banting kiri kanan gak mempan sampai terbalik ke kanan ujung-ujungnya kena kendaraan dan rumah,” sambungnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. “Namanya musibah mau bagaimana lagi yang penting gak ada korban dan selamat semua,” tutupnya. (*)

To Top

You cannot copy content of this page