
KOTAKU, BALIKPAPAN-Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Mekar Sari, Kecamatan Balikpapan Tengah, ikut andil dalam program pemeriksaan gratis Skrining HIV-AIDS yang digelar Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan di kawasan lapangan Merdeka, atau tepatnya di depan SD KPS, Minggu (30/11/2025).
Dalam pemeriksaan tersebut, UPTD Puskesmas Mekar Sari menurunkan para tenaga ahlinya yang dipimpin oleh dr Siti Fatimah.
Kegiatan ini yang berlangsung sejak pukul 07.00 Wita itu juga dihadiri Kepala DKK Balikpapan Alwiati serta Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular DKK Balikpapan Dewa.
Alwiati mengatakan, bahwa acara tersebut digelar sebagai rangkaian peringatan Hari AIDS Sedunia setiap 1 Desember, sekaligus memanfaatkan momentum akhir pekan saat Lapangan Merdeka ramai oleh warga yang berolahraga maupun beraktivitas lainnya.
“Karena hari Minggu banyak warga berolahraga, maka kami manfaatkan untuk menjaring masyarakat sebanyak-banyaknya. Semua yang melintas kami ajak untuk periksa secara gratis,” ujar Alwiati di sela-sela kegiatan.
Dia menyebut, tahun 2024, tercatat ada 347 kasus positif HIV. Karena itu, selain melakukan skrining, pihaknya juga memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mendukung tercapainya target 3-Zero.
Yakni Zero infeksi baru HIV, Zero kematian terkait AIDS, dan Zero stigma serta diskriminasi terhadap Orang dengan HIV-AIDS (ODHA).
“ODHA adalah warga juga, mereka perlu pendampingan dan tidak boleh distigma, agar pengobatannya dapat berjalan maksimal,” tegasnya.
Perwakilan Puskesmas Mekar Sari dr Siti Fatimah, menambahkan bahwa kegiatan ini melibatkan PSM, pendukung sebaya, dan petugas lapangan. Seluruh puskesmas penyedia layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) HIV ikut berpartisipasi.
“Tujuannya agar lebih banyak masyarakat yang terjaring (suka rela memeriksakan diri). Tidak pernah ada yang tahu siapa yang memiliki faktor risiko. Alhamdulillah, dari pemeriksaan yang sudah masuk, hasilnya nonreaktif semua,” jelasnya.
Sementara itu, Dewa menuturkan bahwa pemilihan lokasi Lapangan Merdeka sebagai titik Skrining karena keramaian masyarakat saat pagi hari.
Dia menilai edukasi merupakan faktor kunci dalam menekan penularan HIV.
“Momentum pagi hari ini sangat tepat untuk memberi pencerahan kepada masyarakat tentang pencegahan HIV. Pemahaman yang baik sangat membantu menekan angka kasus,” ujarnya.
Dia menyebut akan ada agenda lanjutan berupa edukasi dan skrining di Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Senin (1/12/2025) mendatang.
Sementara itu, salah satu warga, Annisa, asal Kelurahan Graha Indah, mengaku tertarik mengikuti pemeriksaan tersebut. Karena menurutnya, jarang ada layanan skrining HIV gratis.
“Tadi diperiksa darah, Alhamdulillah hasilnya negatif,” ungkapnya.
Kendati begitu, sebagai generasi muda, Annisa berharap para remaja lebih menjaga pergaulan dan peduli terhadap kesehatan.
“Sekarang kasus HIV sudah mulai banyak, jadi penting bagi anak-anak muda untuk lebih berhati-hati dan menjaga diri,” pesannya. (*)



