
KOTAKU, BALIKPAPAN-Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mulai melakukan skrining kesehatan, hal ini dilakukan untuk menekan penyakit diabetes terhadap warga Kota Balikpapan.
Kepala DKK Balikpapan dr Andi Sri Juliarty mengatakan, bahwa warga Kota Balikpapan diharapkan tidak takut untuk melakukan skrining kesehatan.
Itu karena hal itu bagian dari langkah awal sehingga bisa lebih dulu dicegah.
Dia menjelaskan, bahwa penyakit diabetes merupakan penyakit yang meningkat secara nasional, termasuk di Kota Balikpapan. Sehingga perlu segera diantisipasi, sebab diabetes komplikasinya dipastikan cukup banyak.
“Jadi warga yang usia 15 tahun ke atas kami cek gula darahnya, kalau ketemu yang diabetes dimasukkan dalam program diabetes,” kata wanita yang akrab disapa dr Dio ini kepada wartawan, Senin (23/10/2023).
Ia menyampaikan, bahwa DKK telah melakukan pengecekan penyakit diabetes dari awal tahun 2023.
Dari hasil pemeriksaan itu, sebut dia, hampir 200 ribu warga Kota Balikpapan dan sekitar 8 persen positif diabetes dan 3 persen pradiabetes.
“Sehingga yang positif diabetes kami minta berobat dengan mengunakan BPJS (Kesehatan), kalau yang pradiabetes, kami buat kelompok untuk sharing dan diberikan edukasi,” terangnya.
Diketahui, penyakit diabetes dapat menimbulkan kerusakan terhadap organ tubuh mulai dari kepala dapat menyebabkan mata rabun.
Kemudian membuat ginjal rusak sehingga pasien diabetes banyak melakukan cuci ginjal. Diabetes juga menyebabkan hipertensi yang mengakibatkan stroke dan gangguan pembuluh darah veriver.
Adapun pemicu dari diabetes yang pertama yakni faktor genetik, meskipun demikian faktor genetik ini dapat diwaspadai lebih awal.
Dengan begitu, serangannya akan lebih lambat. Semisal orang tua yang diketahui terkena diabetes, dengan selalu diberi edukasi untuk mencoba mengendalikan, maka kemungkinan terkena diabetes menjadi lambat. (*)



