Parlementaria

Doris Eko Dorong Percepatan Penlok SMP di Balikpapan Tengah

Doris Eko Rian Desyanto l

KOTAKU, BALIKPAPAN-Sektor pendidikan menjadi atensi banyak pihak, terlebih Komisi IV DPRD Kota Balikpapan yang membidangi pendidikan.

Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Doris Eko Rian Desyanto mengatakan, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dilaksanakan setiap tahun, selalu menjadi tantangan bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan.

Khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan yang saat ini dipimpin Irfan Taufik.

Adapun tantangan yang dihadapi Disdikbud, kata Doris, yakni upaya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan agar bisa menyeimbangkan antara jumlah peserta didik yang lulus dari jenjang SD, menuju jenjang yang lebih tinggi yakni SMP.

Doris mengatakan, sejauh ini Pemkot Balikpapan melalui Disdikbud terus berupaya menambah sekolah baru.

Hanya saja kerap terkendala dengan pemilihan lokasi. Salah satunya rencana pembangunan sekolah di Balikpapan Tengah.

Hingga saat ini Disdikbud belum mampu memastikan Penetapan Lokasi (Penlok) sekolah yang akan dibangun.

“Kalau Balikpapan Tengah belum ada Penlok, masih dicari Pemerintah Kota,” ujar Doris, ditemui di ruang Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Senin (12/6/2023).

Ia menyebut, pembangunan sekolah baru di Kota Balikpapan dilaksanakan tahun 2024 mendatang. Sebab Pemkot Balikpapan bersama DPRD Kota Balikpapan telah menetapkan anggaran seban9 Rp20 miliar untuk masing-masing pembangunan sekolah di Balikpapan Tengah dan Balikpapan Timur.

“Kalau di Balikpapan Timur sudah mengerucut. Ada dua lokasi di sana. Namun lokasi tepatnya kami belum mendapat informasi,” katanya.

Menurut Doris, pemerintah terus mengupayakan penetapan lokasi yang tepat untuk membangun sekolah di Balikpapan Tengah.

Namun dengan minimnya lahan dan kepadatan pemukiman di kawasan Balikpapan Tengah, membuat Pemkot Balikpapan belum dapat menentukan pilihan lokasinya sampai saat ini.

Adapun lahan pembangunan sekolah yang ideal, kata dia, berkisar 1 sampai 2 hektare.

“Kalau memang memungkinkan, di daerah Beller masih ada beberapa lokasi yang kosong,” katanya.

Menurutnya, yang penting pemilihan lokasi itu sesuai dengan prosedur. Lahannya tidak bermasalah, sehingga proses pembangunannya bisa segera dilaksanakan.

Selain itu, Doris mengatakan terus memantau progres pembangunan Sekolah Terpadu yang lokasinya berada di Perumahan Regency.

Menurutnya, berdasarkan hasil evaluasi dalam inspeksi mendadak (Sidak) yang digelar DPRD Balikpapan beberapa waktu lalu, pihak kontraktor dipacu untuk mencapai progres pembangunan sekolah sekitar 8 persen dari total rencana pembangunan.

Ia mengaku mendapat informasi terkait penambahan jumlah pekerja. Namun Doris Eko menilai, informasi itu bukan yang utama, melainkan progres dan penyelesaian pembangunan sekolah tersebut. (*)

To Top

You cannot copy content of this page