Metro

DP3 Balikpapan Gerak Cepat Bantu Petani Atasi Kekeringan

Sri Wahyuningsih (tengah) bersama rekannya mengunjungi salah satu kebun hortikiltura di kawasan Karang Joang Balikpapan (kotaku.co.id/ist)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan peduli nasib petani lokal.

Pasalnya, pengaruh fenomena El Nino telah merambah sektor pertanian daerah.

El Nino fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya, yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah.

Fenomena itu membuat iklim untuk sebagian besar wilayah Indonesia memasuki masa kekeringan.

“Untuk program yang berjalan dalam APBD P (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan, Red) tahun 2023, kami berupaya mengatasi kekeringan di kawasan pertanian,” ujar Kepala DP3 Kota Balikpapan Sri Wahyuningsih, ditemui usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Kota Balikpapan, Senin (30/10/2023).

Rapat Paripurna DPRD Kota Balikpapan itu membahas terkait penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap nota penjelasan Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud, atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Balikpapan tentang APBD tahun anggaran 2024.

Yang juga dirangkai pembahasan tentang Sistem Kesehatan Daerah, serta Perubahan Atas Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2012 tentang Pembentukan Kecamatan Kota dalam wilayah Kota Balikpapan.

Dalam rapat tersebut digelar juga pengumuman usulan pengangkatan Laisa Hamisah sebagai unsur pimpinan DPRD Kota Balikpapan, melalui mekanisme Pergantian Antarwaktu (PAW) Alat Kelengkapan Dewan (AKD) menggantikan posisi Subari.

Lebih lanjut Yuyun, karib dia disapa menyebut bahwa kekeringan yang diderita sektor pertanian cukup memengaruhi nasib petani.

Sebab proses penanaman kembali setelah panen, sulit dilakukan karena dikhawatirkan kekurangan air irigasi persawahannya.

“Makanya kami beri bantuan. Misalnya dengan pengadaan pembangunan embung untuk para petani yang terindikasi kerawanan kekeringan,” ulasnya.

Ia mengungkapkan, petani lokal Kota Balikpapan cukup sporadis. Tidak hanya terpusat di Balikpapan Timur, namun juga ada petani lokal di Balikpapan Utara yang terdampak kekeringan.

“Petani kami menyebar di daerah Balikpapan Utara dan Balikpapan Timur,” katanya. (*)

To Top

You cannot copy content of this page