Metro

DP3 Balikpapan Siap Dampingi Pokdarwis Kang Prona dan Kelompok P2L

peresmian dan launching Pokdarwis Kang Prona oleh Kepala DPOP Balikpapan dr Cokorda Ratih Kusuma (foto:kotaku.co.id/ist)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Balikpapan turut menyertakan perwakilannya untuk pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kang Prona dan Kelompok Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Prona Lestari.

Pembentukan itu diinisiasi oleh tiga RT di kawasan Prona III, Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan. Masing-masing RT 18, 19 dan RT 54.

Terbentuknya Pokdarwis dan P2L itu mendapat sambutan yang positif dari perwakilan DP3 Kota Balikpapan.

Pokdarwis Kang Prona dan P2L secara resmi diperkenalkan, Senin (6/11/2023).

Adapun ketiga RT itu masing-masing RT 18, 19 dan 54.

Pokdarwis Kang Prona mengelola wisata edukasi tanaman seperti terong, tomat, melon dan memperbanyak menanam cabai.

Lokasinya di RT 18 Kawasan Prona III Kelurahan Sepinggan Kecamatan Balikpapan Kota.

Selain itu di kawasan tersebut juga terdapat beragam produk UMKM olahan warga sekitar serta ada edukasi Bank Sampah.

“Ini cukup baik untuk pertumbuhan ekonomi serta pangan untuk warga ketiga RT tersebut,” kata Roy perwakilan DP3 di sela kegiatan.

Lantas pihaknya pun siap memberikan dukungan serta pendampingan kepada kelompok yang baru terbentuk ini.

“Saya sangat dan siap mendukung baik secara teknis akan selalu mendampingi baik itu dari teknis bertanam, budidaya dan lain-lainnya,” sebutnya.

Dia juga menyebutkan pembentukan Pokdarwis dan P2L ini dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia tiap 16 Oktober.

Kelompok ini hadir sebagai solusi mengelola sampah dari sumbernya.

“Kemudian juga bisa menciptakan pangan sehat untuk ketiga RT masing-masing RT 18, 19 dan RT 54 dan pembentukan Pokdarwis juga bisa menjadi solusi di Kota Balikpapan sebagai penyangga IKN,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Kelompok P2L Prona Lestari Abdul Rahman yang juga merupakan Direktur Bank Sampah Induk Kota Hijau menuturkan Pokdarwis Kang Prona hadir untuk mengajak masyarakat memilah sampahnya dari sumbernya.

“Sampah anorganik ini ‘kan bisa dimanfaatkan di Bank Sampah sedangkan sampah organiknya akan digunakan untuk media tanam untuk dipakai menanam,” ujarnya.

Maka pihaknya hadir untuk memperkenalkan kepada warga bahwa bertani tidak sulit, namun bisa memanfaatkan segala sesuatu yang bisa digunakan.

“Seperti peti kayu bekas di Pasar Sepinggan yang tidak dimanfaatkan serta ban bekas dari beberapa perusahaan pun menjadi sasarannya untuk dapat digunakan untuk menanam palawija,” sebutnya.

Lebih detail Rahman menyebut, area yang digunakan itu di lahan milik salah seorang warga RT 18 untuk dimanfaatkan sebagai eduwisata palawija.

“Dengan menanam semua jenis tanaman holtikultura seperti terong, tomat, melon dan memperbanyak menanam cabai yang harganya tidak pernah stabil,” jelasnya.

Selain itu, juga dimanfaatkan perkemahan, gathering yang nantinya semua akan disiapkan sarana dan prasarananya pendukung lainnya.

Hal ini juga sudah ditunjang dengan banyaknya olahan produk-produk UMKM warga sekitar seperti dalam memanfaatkan komoditi yang ada di wilayah itu untuk dijadikan produk unggulannya.

Rakham berharap pembentukan kelompok ini selain untuk menumbuhkan ekonomi warga juga perilaku warga agar bisa bergaya minim sampah dapat terbentuk.

“Dan dengan pembuatan wisata edukasi tersebut dapat menjadi pilot project di Kelurahan Sepinggan,” pungkasnya. (*)

To Top

You cannot copy content of this page