
KOTAKU, BALIKPAPAN-Pertumbuhan investasi di Kota Balikpapan tumbuh subur efek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur dan Balikpapan sebagai salah satu kota penyangga.
Ya, Balikpapan telah menjadi magnet bagi para investor, baik dari dalam maupun luar negeri sejak adanya IKN Nusantara.
Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, realisasi investasi tahun lalu bahkan berhasil melampaui target yang ditetapkan.
Terkait itu, Kepala DPMPTSP Balikpapan Hasbullah Helmi, mengungkapkan total investasi tahun 2023 mencapai Rp24,12 triliun dari Rp17,25 triliun target yang dibebankan.
“Capaian ini lebih tinggi sekitar Rp 3,53 triliun atau 683 persen dari target yang ditetapkan oleh Provinsi Kaltim,” jelas Hasbullah.
Disebutkan, ada tiga sektor yang memberi kontributor terbesar bagi investasi di Balikpapan.
Masing-masing transportasi, perumahan, dan sektor kuliner atau rumah makan.
“Semua sektor ini mendukung keberadaan IKN dan menjadikan Balikpapan pusat kegiatan ekonomi di kawasan ini,” tambahnya.
Untuk tahun 2024, DPMPTSP Balikpapan menetapkan target investasi Rp20 triliun. Hingga triwulan III 2024, realisasi investasi mencapai Rp16 triliun.
Hasbullah optimistis target tersebut akan tercapai triwulan IV, mengingat capaian investasi tertinggi tahun sebelumnya juga terjadi dalam periode yang sama yakni rentang Oktober hingga Desember.
Lanjut dia menerangkan, triwulan IV tahun 2023, realisasi investasi di Balikpapan mencapai Rp9,60 triliun. Rinciannya, terdapat 985 proyek penanaman modal dalam negeri (PMDN) dengan nilai investasi Rp7,631 triliun.
Sementara itu, penanaman modal asing (PMA) mencapai 197 proyek dengan total investasi Rp1,97 triliun.
Investasi juga turut berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja di Balikpapan. Sepanjang triwulan IV 2023, sebanyak 895 tenaga kerja Indonesia (TKI) dan tiga tenaga kerja asing (TKA) berhasil terserap dalam proyek-proyek investasi tersebut.
Hasbullah juga memberikan apresiasi terhadap kepatuhan para pelaku usaha di Balikpapan yang rutin melaporkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).
Kepatuhan ini, menurutnya, mencerminkan kepercayaan investor terhadap kebijakan pemerintah, khususnya di bidang investasi.
Kepercayaan inilah yang terus mendorong para investor untuk menanamkan modalnya di Balikpapan. Dengan kombinasi kebijakan yang mendukung dan infrastruktur yang semakin berkembang, Balikpapan diharapkan dapat terus menjadi kota tujuan utama investasi, baik dari dalam maupun luar negeri, dalam mendukung pembangunan IKN dan memperkuat perekonomian lokal. (*)



