
KOTAKU, BALIKPAPAN-Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) getol melaksanakan pembangunan maupun peningkatan sistem drainase.
Itu untuk menangkal dan mencegah banjir yang berpotensi terjadi di kawasan perkotaan yang diakibatkan karena berbagai hal. Seperti sistem drainase yang belum mendukung atau tak berfungsi maksimal.
Sistem drainase terdiri dari empat macam. Masing-masing sistem drainase primer, sistem drainase sekunder, sistem drainase tersier dan sistem drainase kuarter.
Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Alam (SDA) dan Drainase DPU Kota Balikpapan Jen Supriyanto mengatakan, bahwa saat ini tengah membangun drainase primer untuk sepanjang Jalan Puspoyudo, tepatnya di samping Masjid At, Taqwa Kota Balikpapan.
Ia menjelaskan, pembangunan drainase primer Puspoyudo mengunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan sekira sebanyak Rp6 miliar. Saat ini progresnya mencapai kurang lebih 30 persen.
“Program peningkatan drainase merupakan salah satu upaya pemerintah kota dalam mengatasi genangan air yang kerap terjadi saat hujan melanda Kota Balikpapan,” kata Jen sapaan akrabnya, ketika diwawancarai wartawan, Jumat (3/11/2023).
Selain itu, lanjut dia, hal ini juga sebagai sarana pembangunan untuk menunjang pembangunan nasional yang terkait dengan usaha-usaha pemerataan pembangunan dan hasilnya melalui pengembangan prasarana drainase.
“Pembangunan saluran drainase merupakan sarana bangunan keairan yang berfungsi sebagai jalur lintasan air dan juga untuk mengantisipasi genangan air atau banjir di Kota Balikpapan,” terangnya.
Dia berharap program pembangunan dan peningkatan sistem drainase primer ini, dilaksanakan dengan cukup teliti serta sesuai standar. Sehingga tak menimbulkan masalah untuk kemudian hari.
Termasuk juga meminta agar kontraktor betul-betul mengecek drainase yang telah dibangun.
“Jangan sampai air yang harusnya mengalir malah stagnan di satu tempat,” tegasnya,” pungkasnya (*)



