
“Jadi nantinya peserta juga akan mendapat pelatihan marketing online dalam rangka memasarkan produk dan bertransaksi menggunakan QRIS,” serunya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, setiap tahunnya sejak digelar tahun 2019, GWM diklaim sukses membentuk 24 kawasan urban farming yang mampu memberi tambahan pasokan komoditas cabai merah dan tomat bagi masyarakat sekitar, tahun 2019. Dan yang terpenting, inflasi periode tersebut tepatnya Desember 2019, tercatat 1,88 persen atau lebih rendah dari periode yang sama tahun 2018 yakni 3,13 persen.
Pun begitu GWM tahun 2020 yang mengusung konsep penguatan terhadap enam kelurahan dengan jumlah kebun urban sebanyak 16 kawasan, berhasil melakukan pembibitan cabai rawit, cabai besar, tomat, bayam, kangkung, kacang panjang, terong serta beberapa tanaman lainnya.
Yang lebih menarik, para Wanita Matilda saat itu berhasil membuat produk olahan bernilai jual. Dan untuk urusan tingkat inflasi, lagi-lagi berhasil terjaga. Yakni 0,66 persen periode Desember 2020. Jumlah itu lebih rendah dibanding periode yang sama tahun 2019 yakni 1,88 persen.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kota Balikpapan Hj Nurlena Rahmad Mas’ud menegaskan, GWM 2021 merupakan salah satu upaya dalam menjaga laju inflasi.
“Para lurah dan Ketua PKK masing-masing kelurahan wajib memberikan dukungannya. Turun langsung ke lapangan secara berkesinambungan karena menjaga inflasi merupakan tugas bersama,” serunya.
GWM 2021 dibuka secara resmi oleh Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Drs Muhammad Noor mewakili Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud dan dihadiri Deputi Kepala Perwakilan BI Balikpapan masing-masing Mahdi Abdillah dan Ratna Wardaningsih, pengurus TP PKK Kota Balikpapan tidak ketinggalan para lurah yang terlibat dalam GWM 2021. Kegiatan digelar secara terbatas dan diikuti sejumlah undangan melalui virtual. (*)



