
KOTAKU, BALIKPAPAN-Industri pertambangan batu bara masih dipandang prospektif. Hal ini menjadi landasan PT Sany Perkasa untuk memperkuat posisinya di pasar alat berat dengan menghadirkan produk berteknologi tinggi yang efisien, tangguh, dan ramah lingkungan.
Komitmen tersebut disampaikan Vice President Director PT Sany Perkasa, Hery Yudianto, dalam acara Sany Heavy Duty & High Impact Coal Mining Business Outlook 2025–2026 yang digelar di Novotel Balikpapan, Rabu (20/8/2025).
Acara ini dihadiri para pemangku kepentingan industri tambang dari Jakarta, Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Selatan (Kalsel), hingga Sumatera Selatan.
Hery menjelaskan, tema “Heavy Duty & High Impact” dipilih untuk menegaskan dua aspek utama produk Sany.
“Heavy Duty menunjukkan ketahanan dan kualitas unit yang kami hadirkan, lengkap dengan layanan purna jual yang kuat.
Sementara High Impact menekankan dampak positif yang diterima pengguna, mulai dari efisiensi operasional, biaya yang lebih rendah, hingga inovasi berkelanjutan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Sany menampilkan excavator kelas 50 ton seri X-Avatar serta satu unit Wheel Loader yang umum digunakan untuk pertambangan.
Meski keterbatasan area membuat perusahaan belum bisa memamerkan unit yang lebih besar, Hery menegaskan bahwa Sany telah memperkenalkan excavator berkapasitas 125 ton hingga 200 ton, yang kini mulai beroperasi untuk sejumlah lokasi tambang Kaltim.
“Target kami tahun 2025 sebanyak 500 unit excavator di Kaltim. Hingga pertengahan tahun ini, lebih dari separuh target sudah tercapai, terutama di Balikpapan dan Samarinda,” jelasnya.
Selain menekankan performa, Sany juga mengusung misi ramah lingkungan dengan menyesuaikan teknologi produknya terhadap kebijakan energi terbaru.
Salah satunya kesiapan mesin dalam mendukung penggunaan bahan bakar biodiesel B40 hingga B50.
“Kami salah satu pabrikan yang konsisten menghadirkan produk hemat energi dan ramah lingkungan,” tambah Hery.
Tak hanya sektor tambang, Sany kini merambah pengembangan energi terbarukan. Perusahaan mulai memperkenalkan produk turbin angin (Wind Turbine) yang menjadi salah satu lini favorit di pasar global.
“Kami ingin memanfaatkan momentum ini untuk memperluas inovasi, tidak hanya alat berat, tetapi juga pada solusi energi berkelanjutan,” ujarnya.
Hery optimis, prospek industri batu bara Indonesia masih kuat karena posisinya sebagai salah satu pemasok utama dunia.
Namun, dia menekankan pentingnya keseimbangan antara kebutuhan energi dengan tanggung jawab lingkungan.
“Sany hadir bukan hanya untuk mendukung kegiatan penambangan, tetapi juga mendorong transisi menuju energi bersih,” pungkasnya. (*)



