
KOTAKU, BALIKPAPAN-Forum Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kota Balikpapan mendukung pelestarian sejarah Kota Balikpapan.
Salah satunya dengan memberi ruang seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat Balikpapan Barat, mewujudkan daerahnya menjadi pusat destinasi wisata sejarah, melalui berbagai aktivitas Ekraf.
“Kalau kami lihat, bahwa Balikpapan Barat memang menjadi daerah yang pertama paling berkembang di Balikpapan, dengan adanya pembangunan kilang minyak,” ujar Wakil Ketua Forum Ekraf Kota Balikpapan Krishna Galih, saat menghadiri kegiatan Story of Barat, yang diinisiasi Kecamatan Balikpapan Barat, Sabtu (11/11/2023).
Kegiatan itu menjadi ajang pamer potensi Ekraf dan seni budaya, serta menampilkan sejarah Balikpapan Barat, melalui berbagai perlombaan dan pameran foto-foto Zaman Dulu (Jadul).
Mulai dari potret arsitektur maupun aktivitas masyarakat Balikpapan Barat era tempo dulu.
Menurut Galih, sapaanya, tema Story of Barat cukup tepat diusung dalam kegiatan ini.
“Kalau dari tema yang diusung. Ini sangat relate (terhubung, Red) dengan kondisi Balikpapan Barat. Misalnya Rumah Dahor, itu berdiri sejak tahun 1928.
Jadi potensi dan nilai sejarah di Balikpapan Barat besar sekali,” katanya.
Ia menyebut, Forum Ekraf Kota Balikpapan bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan telah berupaya untuk menjadikan Kecamatan Balikpapan Barat sebagai pusat destinasi wisata sejarah.
“Tinggal menunggu keputusan Wali Kota Balikpapan. Tentu akan kami dukung.
Karena Balikpapan Barat memiliki heritage (warisan) sejarah. Tidak perlu dibaca replikanya, semua sudah ada di sini,” katanya.
Ia menambahkan, Forum Ekraf Kota Balikpapan selalu mendorong kreativitas masyarakat agar berkembang dan menghasilkan sesuatu yang Out of The Box.
“Begitu juga Ketua Ekraf Kota Balikpapan Hj Nurlena Rahmad Mas’ud sudah menyampaikan, bahwa ekonomi kreatif berasal dari kemauan dan pemikiran yang tidak terbatas,” ulasnya.
Terpisah, Sekretaris Camat Balikpapan Barat Muhammad Rizal menyampaikan, kegiatan ini diperuntukkan bagi masyarakat Balikpapan Barat.
Ia berharap, kegiatan ini menjadi ajang promosi potensi hasil karya kreativitas warga.
Mulai dari potensi kesenian dan kebudayaan yang ditampilkan melalui lomba menari, jajanan olahan pangan UMKM, lomba menggambar dan melukis, serta masih banyak lagi agenda menarik.
“Kegiatan ini menjadi dasar bagi kami untuk melanjutkan kegiatan serupa, tahun depan.
Tentu kami akan evaluasi dan melakukan peningkatan agar lebih banyak masyarakat yang dilibatkan,” pungkasnya. (*)



