
KOTAKU, BALIKPAPAN-Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Kesehatan Masyarakat (UPTD Puskesmas) Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, menyampaikan pentingnya fungsi buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Wabil khusus dalam mendukung program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Buku KIA berisi catatan riwayat kesehatan atau rekam medis ibu dan perkembangan anak sejak masa kehamilan.
Penanggungjawab KIA Puskesmas Muara Rapak Nurul Jannah, mengatakan berkas kesehatan itu berfungsi sebagai panduan bagi tenaga kesehatan dalam menentukan intervensi gizi.
Selain monitoring tumbuh kembang anak masa kritis 1.000 HPK.
“Pencatatan di buku KIA itu mulai dari ibu hamil sampai anaknya kelas 6 SD atau 13 tahun. Jadi itu sebenarnya data Record untuk memantau kesehatan anak dari janin,” terang Nurul, Jumat (28/11/2025).
Lebih lanjut ia menjelaskan, pemantauan dalam program 1.000 HPK tidak dimulai setelah bayi lahir. Maka dari itu, ibu hamil pasti menerima buku KIA sejak kunjungan pemeriksaan pertama kehamilan di puskesmas.
Prosedur wajib ini berguna agar seluruh riwayat kesehatan terdokumentasi sejak anak masih dalam kandungan. Catatan di dalamnya mencakup status gizi, pemeriksaan kehamilan, faktor risiko, hingga evaluasi kondisi ibu dan janin.
“Ini berkaitan dengan program 1.000 HPK. Jadi, pemantauan itu bukan saat kelahiran, tapi dari awal terbentuknya janin,” ujarnya.
Selain dari buku KIA, upaya pemantauan tenaga kesehatan juga terbantu oleh peran kader Tim Pendamping Keluarga (TPK). Dengan membantu mendata kondisi ibu dan anak di lingkungannya tercatat dalam buku KIA.
Sehingga, sinergi kader dengan tenaga kesehatan dapat memungkinkan program 1.000 HPK di wilayah Muara Rapak, Balikpapan Utara berjalan efektif.
“Kami terbantu juga oleh kader TPK melalui kegiatan kunjungan rutin posyandu di lingkungannya masing-masing,” pungkas Nurul. (*)



