
KOTAKU, BALIKPAPAN-Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan merugi hingga ratusan juta rupiah.
Kerugian itu imbas pencurian aki di gedung shelter BMKG Geofisika Stasiun III Balikpapan yang terletak di Jalan Soekarno Hatta Km 23, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara.
Ya, aki di shelter itu dicuri oleh dua pria berinisial W (32) dan S (26). Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Utara Iptu Sunar mengatakan, polisi langsung melakukan penyelidikan usai mendapatkan informasi dari petugas Geofisika BMKG Balikpapan.
“Selanjutnya kami melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan dua orang pelaku beserta barang bukti,” tuturnya, Senin (27/2/2023) sore.
Diketahui, pelaku mengambil barang-barang yang berada dalam gedung shelter berupa 12 unit baterai aki merek Sonnenschein SB12V-185A, sebuah solar controller type momingstar Prostar 15 M, satu modem type evolution type X3, sebuah encorder camera M7014, sebuah switch type moxa EDS316 dan sebuah modem teltonika-Rut 955.
Adapun modus operandinya dengan cara mencongkel pintu gedung yang terkunci.
Pelapor curiga saat sinyal di kantor BMKG Sepinggan off, Jumat (17/2/2023). Sekitar pukul 19.00 WITA, pelapor bersama teknisi melakukan pengecekan di TKP.
“Ternyata barang-barang sudah tidak ada,” tuturnya.
Saat ini, Polsek Balikpapan Utara tengah mengembangkan kasus tersebut. Pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana di atas 7 tahun penjara.
Di tempat terpisah, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan Rasmid menjelaskan hilangnya barang-barang di lokasi kejadian diketahui ketika petugas curiga signal dari shelter BMKG Geofisika Stasiun III Balikpapan tidak berfungsi dalam waktu lama, Jumat (17/2/2023) sore.
“Dari kantor kami terdeteksi off jadi sinyalnya tidak masuk. Kami pikir karena jaringan komunikasinya tetapi sampai beberapa jam.
Kemudian petugas kami memeriksa karena matinya lama, ternyata didapati pintu shelter sudah jebol.
Ketika dicek, ternyata aki dan modem sudah hilang. Kemudian kami melapor ke polisi,” kata Rasmid.
Dia menjelaskan aki tersebut berfungsi sebagai power peralatan pendeteksi gempa di wilayah Balikpapan.
“Otomatis kalau tidak ada aki, semua peralatan di shelter itu mati semua.
Dan akinya itu spesial. Jadi semua aki dikirim dari Jerman yang tahan lama dan kualitas bagus,” jelasnya.
Dari 12 unit barang yang hilang itu, BMKG mengalami kerugian hingga mencapai Rp 170 juta.
“Yang paling mahal itu aki, karena memang kualitas baik dan tahan lama,” tambahnya.
Dijelaskannya, aki berfungsi untuk menghidupkan komponen seismograf sebagai pencatat getaran tanah dan mengaktifkan alat komunikasi.
Maka, implikasi yang terjadi ketika komponen itu tidak berfungsi, kata Rasmid, praktis peralatan itu off. Akibatnya, semua komponen peralatan mati.
“Itu alat pencatat gempa bumi di seluruh Kalimantan. Kami memiliki 14 titik alat pendeteksi. Salah satunya di Balikpapan jadi kalau alatnya mati, kami tidak bisa maksimal memberikan informasi,” pungkasnya. (*)



