Ekbis

Gara-Gara Wabah PMK, Pedagang Sapi Kurban di Balikpapan Menjerit

KOTAKU, BALIKPAPAN-Menjelang hari raya kurban yang kurang dari tiga pekan, para pedagang sapi justru memutar otak lantaran adanya wabah Penyakit Mulut Kaki (PMK). Selain hanya ada beberapa daerah yang bisa memasok hewan ternak ini, pedagang juga perlu mengeluarkan biaya lebih saat sapi dikarantina selama dua pekan.

Seperti yang diungkapkan oleh Muhammad Abduh Kudu salah seorang pedagang sapi yakni Bang Kumis Farm yang ada di kawasan Kampung Timur, Gunung Samarinda, Balikpapan Utara. Dia mengaku mendatangkan hewan kurban dari Kupang dan Sulawesi lantaran sapi dari Jawa dan Bali tidak bisa memasok ke daerah lain.

“Cuma dua daerah itu saja yang bisa melayani, itu pun harus berbagi karena ada permintaan dari daerah lain,” tuturnya kepada awak media, Rabu (22/6/2022).

Lebih dari itu, dia juga merogoh kocek untuk biaya karantina selama dua pekan. “Terlalu lama. Jadinya ada pembengkakan biaya, kami harus siapkan pakan untuk dibawa ke karantina,” ungkapnya.

Dampaknya stok sapi kurban berkurang sementara permintaan banyak. Walhasil kenaikan harga pun tak bisa lagi dihindari, berkisar 15-20 persen.

“Biasa (termurah) Rp17,5 juta (jumlahnya) banyak sekarang sudah gak bisa lagi. Biar ada juga sedikit sekali. Sekarang terendah sekitar Rp18 juta itupun habis diborong. Biasa yang urunan kurban masjid yang gunakan itu. Jadi kami gak sanggup dengan banyaknya permintaan ini. Biasa jual 150-200 ekor sekarang gak sampai 100 ekor,” akunya.

Hal itu tentunya berpangruh dengan penghasilanya. “Belum lagi pakan dan gaji pekerja,” tutupnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top