
KOTAKU, BALIKPAPAN-Gerhana adalah fenomena astronomi yang terjadi apabila sebuah benda angkasa bergerak ke dalam bayangan sebuah benda angkasa lainnya.
Secara umum, ada dua jenis gerhana yakni gerhana matahari dan bulan. Gerhana matahari ketika posisi bulan terletak di antara bumi dan matahari, atau gerhana bulan saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi.
Di Balikpapan, fenomena langit yang acapkali terjadi dan bisa diamati adalah gerhana bulan. Gerhana Matahari Total (GMT) juga pernah menghiasi langit pagi Kota Balikpapan, 9 September 2016.
Tujuh tahun berlalu, fenomena serupa akan kembali melintas di Kota Balikpapan. Yakni, Gerhana Matahari Hybrid (GMH). Fenomena alam itu akan terjadi saat penghujung Ramadan 1444 Hijriah atau 20 April 2023.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan Rasmid menjelaskan GMH terjadi ketika matahari, bulan dan bumi tepat segaris sehingga suatu tempat tertentu terjadi peristiwa piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil daripada piringan matahari.
“Dan di tempat tertentu lainnya, terjadi peristiwa piringan bulan yang teramati dari bumi sama dengan piringan matahari,” kata dia, saat dikonfirmasi Kotaku.co.id melalui sambungan telepon, Selasa (18/4/2023).
Akibatnya, saat puncak gerhana suatu tempat tertentu, matahari akan tampak seperti cincin yaitu gelap bagian tengah dan terang bagian pinggirnya. Sedangkan di tempat tertentu lainnya, matahari seakan-akan tertutupi bulan.
“Jadi GMH itu merupakan fenomena gabungan. Ada yang gelap total dan cincin serta sebagian, tetapi di tempat yang berbeda,” ungkapnya.
Di Kota Balikpapan, matahari akan tertutup 60 persen oleh bayangan bulan. Pada fasenya, fenomena itu akan berlangsung selama tiga jam.
“Waktu awal terjadinya pukul 09.45 Wita dan puncaknya pukul 11.15 Wita. Kemudian akan berakhir pukul 11.45 Wita,” paparnya. (*)



